Sabtu, 01 Agustus 2015

AKU TIKUS DAN KUCING





Aku dilahirkan kedunia oleh ibuku pada malam
Jum’at kliwon tanggal belasan Bulan ruah tahun 60-an
Di sebuah kota yang dijuluki farisfanjafa
Yakni kota bandung, kota kembang Yang sekarang sudah jadi kota kambing
Dimana gadis-gadisnya  mengaku sudah bukan perawan lagi
Lantaran jatuh dari pohon kresen tetangga Atau terjepit sedel Yamaha bebek

Aku dilahirkan kedunia oleh ibuku
Sebagai seorang yang punya tampang mirip
Idiamin bekas presiden Uganda yang sintingnya naudhubillah
Ranbutku ikal seperti supermi dan
Hidungku besar pesek persis seperti bentuk Sedel sepeda torpedo sudah nasibku
Bapak dan ibuku yang tulen suku sunda
100% warga negara Indonesia 100% pendukung
Dan pendukung pengamal pancasila  serta bebas dari G30SPKI
Memberikan nama buatku  yakni
Wahyu apin nurjiam saripin adul sentit tisna penyang admatit kuda

Ketika usiaku genab 7tahun aku masuk pada sekolah
Dasar muslimin yang ibu gurunya centil-centil
Serta suka berpakaian lahak tembus pandang
Hingga didadanya nampak belahan seperti bentuk ketapel
Dengan uang pangkal jenggo dan iuran wajib cepek jenggo Perbulan
aku sekolah disana dan belajar segala macam
Dari mulai prakarnya menggambar menulis membaca sampai Berhitung raraban
dari sekolah itulah aku bisa menulis dan membaca
Hingga sekarang ini aku bisa berkomunikasi lewat surat dengan pacar

Asyik memang asyik
Pacarku adalah seorang perempuan batak bermarga tuding
Mahasiswi fakultas publisistik universitas pajajaran
Yang sebernarnya sudah bertunangan dengan seorang
Cina totok gembrot Bandar gree-on bernama bubentsut
Jampi pelet yang kudapat dari seorang dukun tua
Dikampung ledehkehet memang paten
Hingga perempuan batak yang sudah bertunangan Itu berbalik cintanya padaku

Dududududu
Sejak tunangannya berbalik cinta padaku
Sibubentsut jadi selang seling pikiranya
sering mabuk dan ngomong sendiri Seperti orang gila
tapi aku tak pernah mau ambil peduli,tapi aku tak pernah mau ambil pusing
biar saja urusan orang berantakan mau gitu kek,mau gini kek masa bodoh
yang penting aku bisa senang sendiri Aku memang egois kok.

Aku dilahirkan kedunia oleh ibuku
Sebagai seorang yang memiliki sifat egois
Tapi setelah kupikir kembali bolak balik
Sifat egois itu perlu dan sangat menguntungkan
Apalagi hidup di zaman edan seperti sekarang ini
Sebab jika dizaman edan ini kita hidup tanpa memetingkan diri sendiri
Percayalah susah untuk bisa senang
Maka dari itulah aku berpesan kepada wahai kaum
Yang muda-muda juga yang tua-tua
Mari kita pelihara sifat egois itu baik-baik
Percayalah iblis akan selalu beserta kita


By. @Rul
Mengabdosi karya sastra Doel Sumbang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar