Sabtu, 01 Agustus 2015

Sitirella




 Sitirella


Panggung menyerupai ruang tamu. Ada sebuah meja dan tiga kursi, yang dua di bagian dalam dan satu dibagian samping meja.


(Musik Intro mengalun. Kalau bisa yang agak rampak tapi mencekam. Setelah beberapa saat muncul Narator ke panggung dengan ekspresif, bisa juga dengan berjoget. Kemudian berhenti tepat ketika musiknya juga berhenti. Dan saat itu ia memulai cerita)
 

Narator

(Kepada penonton) Pada zaman agak dahulu kala, hiduplah seorang gadis yang bernama Siti Rella. Tapi kalau di Inggris, ia biasa dipanggil Sinderela.
Nama Siti Rella bukanlah nama sembarangan. Siti berarti lemah, sedangkan Rella bermakna ikhlas, oleh-an atau éntu-an.
Entah karena namanya atau memang garis nasibnya, Siti….., rela ditinggal merantau Bapaknya ke Sumatra. Siti……, rela ketika ditinggal mati ibunya, hingga….. Siti juga rela saat Bapaknya ingin kawin lagi sepeninggal ibunya.
Yang lebih hebat lagi, Siti…., juga masih rela ketika janda yang dikawini Bapaknya, yang mempunyai dua anak yang sebaya dengannya, memperlakukannya seperti pembantu alias babu di rumahnya sendiri.
Ibu tirinya yang kejam itu bernama Dewi Sangarwati binti Abdul Bento. Sedangkan dua anaknya bernama Roro Tega Nian Tiada Henti dan Roro Sadis tur Gagap ra Marimari.
Sitirella senantiasa rela dan rela, walaupun hidupnya sangaaaaat sengsara.
Ah…….. dasar Siti rela Lo…..!!! 
(Musik berirama keras. Saat itu muncul  SR yang membawa sapu dan kain pel, yang di dorong-dorong oleh ibu tiri dan kedua saudaranya. Setelah itu Ibu tiri (DS) duduk di kursi sambil menyulam, dan Roro Tega (RT) juga duduk di kursi lain sambil terus berdandan, sedangkan Roro Sadis (RS) duduk di kursi satunya sambil terus membersihkan dan memoles kuku. Ketiga orang itu melakukan itu semua dengan congkak. Sementara SR membersihkan lantai dan meja dengan tekun tapi nelangsa.)

DS
(Kepada Siti) Heh Kalkun! Nanti setelah selesai membersihkan ruangan ini, kamu bersihkan halaman belakang, setelah itu kuras bak mandi dan pel sampai mengkilat.

SR
Lho bu, tapi kan lantai kamar mandinya masih pakai tanah.

DS
Eee….. ya nggak apa-apa! Walaupun belum di semen juga harus tetep di pel, biar gaya Bego! Setelah itu kamu pergi kepasar, belanja yang banyak dan enak-enak. Duitnya pakai punya kamu dulu!

SR
Tapi yang kemarin Ibu juga belum mengembalikan….

DS
E…. dasar Kere! Berani nagih ya…. Nanti kalau sulamanku ini laku Satu milyar, tak ganti duitmu 1000 kali lipat.

RT
Sekalian beliin saya Lipstik merek Lambe Ndower, dan Eye Shadow yang dari Paris merek Picek!

SR
Duitnya mana mbak?

RT
Pakai punya kamu dulu dong… nggak ada duit kecil sih…..



RS
(Gagap) Sa… sa… sayy… ya  ti…ti..tip…. ca..cat kuku…. Merek tiga roda……

SR
Ngutang juga mbak….?!

RS
I…i…iya! E..e..e….mangnya ke…kenapa?! Pi…pi…pitik Lu!

(Saat itu terdengar ketukan di pintu, lalu muncul Petugas Kelurahan (Bejo), Mereka bertiga segera berdiri dengan menghormat, sambil terus tersenyum yang di buat-buat.)

Bejo
Assalamualaikum….

Semua
Waalaikum salam…….

DS
Aduh… nak Bejo…. Mari silahkan duduk… apakah ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan oleh pak Lurah, sehingga mengutus Nak Bejo datang kerumah kami…..

Bejo
(Setelah duduk) Memang benar Bu Dewi. Pak lurah mengutus saya ke mari untuk memberitahukan, bahwa beliau akan mengadakan sayembara Pemilihan Jodoh untuk anak laki-lakinya yang bernama Deni bin Laden.

RT

Hah…… Deni bin Laden ?!

Bejo

Iyyaaa……

RS

Y…y.. yang ka..ka..kalem itu kan ?

Bejo

He eehh…

DS

Yang nggoantheengg itu kan ?!

Bejo

Yesss……

SR

Yang kuliah di UII itu ya Mas ?

Bejo

Oo, bukan. Bukan itu. Itu kan Deni Sanggar Sunan.

DS

Heh !! Diam kamu. Nggak usah ikutan ngomong !!

RT

Wedush Lu….

RS

Pi…pi..pi…pitik Lu…!

DS

Eh Mas, terus syaratnya gimana ?

SR

Yang masih perawan ya Mas?

Bejo

He…he….. tentunya begitu….

RS

Ka…ka..kalau yang mu….mu….musta’mal,  Mas ?

Bejo

(Bingung) Musta’mal….? Mungkin boleh…

RT

Ehmmm, kalau yang khilaf, terus tidak perawan, gimana Mas ?

Bejo

(Makin bingung) Ya… nggak tau ya…. Yah, siapa tahu nanti cocok….

DS

Kalau yang udah punya suami seperti saya ini, gimana Mas ?

Semua

Huuuuuuu………

Bejo

Waduh….. kalau yang ini saya nggak ikut-ikut….! Tapi mending gini aja dech……. Nanti malam kalian datang aja untuk diseleksi.

RS, RT, DS

Asyiiiiiiiiikk………

PK

Nah….. syarat lengkapnya begini:
1.      Perempuan
2.      Beragama NU
3.      Masuk dalam Ranking 10 besar.
4.      Tidak terkena kasus Buloggate
5.      Diutamakan hafal al Qurán
Sedangkan cara seleksinya adalah dengan kuis Famili Seratus.
Nah, sudah jelas kan….. Silahkan kalau kalian berminat datang saja ke kekelurahan….  Dan saya permisi dulu ya….

DS

(Basa-basi) Lho kok buru-buru…kan belum potho-potho…

Bejo

Terima kasih…. Assalamualaikum………

Semua

Wa’alaikum Salam……. (kemudian menghantarkan Bejo keluar ruangan. Saat itu mucul Narator, yang kehadirannya sengaja tidak direspon oleh semua pemain)

Narator

(Kepada Penonton) Memang demikian adanya. Dalam dongeng kali ini, cara pemilihan calon istri tidaklah menggunakan sepatu kaca yang biasa kita dengar. Melainkan dengan Kuis Famili Seratus.
Setelah Bejo pamitan, maka tiga orang anak beranak itu, dengan riang gembira sambil meloncat dan bernyanyi  segera bersiap-siap dan berdandan untuk berangkat mengikuti kuis Famili Seratus di Kelurahan yang berhadiah Deni bin Laden.  
Sedangkan SR…… Tentu saja tidak diperbolehkan ikut. Padahal ia sangat ingin menjadi istri Deni bin Laden yang sangat menggiurkan itu. Ia sangat ingin mengikuti Kuis Famili Seratus. Tapi kan dia tidak punya famili. Ia jadi teringat ibunya……..

(Waktu itu tiga beranak itu telah pergi, diruang itu hanya ada Sitirella yang menangis. Tiba-tiba di pintu muncul Mak Erot (ME). Sedangkan Narator sudah Out)

ME

Asalamualaikum neng…. Apakah disini Rumahnya Sitirella neng….?

SR

(Sedikit kaget. Sambil mengusap air mata ia menjawab) Oh, eh, benar nek… saya sendiri orangnya…….

ME

Oh, maaf neng….. jadi  eneng ini yang bernama Siti Rella…?

SR

Iya…, Lha, nenek ini siapa ?

ME

Alhamdulillah wa Syukrul Lillah… wala haula wala quwwata illa billaahil àliyyil Àdhiiiiimmmm….. Akhirnya ketemu juga. Perkenalkan Neng, nama saya teh Mak Erot.

SR

Sebentar-sebentar…. Apakah Mak Erot yang……???

ME

(Logat Sunda) Betul neng. Tepat atuh….. Saya dukun khusus laki-laki yang terkenal itu. Yang ngurusin masalah perburungan itu lho neng…..

SR

Oo…., apa ada yang bisa saya bantu Mak ? Sebab dirumah ini kan perempuan semua.

ME

Hi….hi…hi… saya teh kali ini bukan ngurusin yang kayak gitu neng… saya kesini, diutus sama ibu kandung eneng, untuk mengikuti kuis Famili Seratus.

SR

Lho, ibu saya kan sudah meninggal….?

ME

Saya kan dukun neng. Saya bisa ketemu para roh dialam baka.

SR

Lalu, apa pesan ibu saya Mak.?

ME
Ya….  Itu tadi neng. Emak disuruh menggantikan ibu eneng, agar eneng bisa mengikuti kuis Famili Seratus.

SR

Benarkah itu Mak….. itu…betulkah, itu….. tenanankah….. cabut yuk. (Kemudian mereka berdua keluar dari panggung. Munculah Narator sendirian)

Narator

(Kepada Penonton) Begitulah akhirnya, Gusti Allah memang Maha Adil. SR bisa mengikuti kuis dengan bantuan Mak Erot…..
Sementara itu, di Kelurahan sedang berlangsung Kuis Famili Seratus. Dan yang lebih hebohnya lagi, ternyata dari sekian ratus keluarga yang belum terkalahkan adalah keluarga Abdul Bento alias keluarga Ibu tiri Sitirella. Dan lebih heboh hebohnya lagi, saat ini mereka akan berhadapan dengan dengan keluarga Abdur Rella, yang beranggotakan Sitirella dan Mak Erot sebagai peserta terakhir. Artinya, yang berhasil memenangkan episode kuis kali ini, berarti berhasil mendapatkan hadiah Deni bin Laden nan menggiurkan. (Kemudian Narator out. Dan Panggung sekarang berganti menjadi ajang Kuis Family Seratus. Usahakan nanti formasi kuis ini sama seperti kuis family seratus, artinya para pemain berdiri sejajar tapi agak menyerong, dan dua keluarga  saling berhadapan. Sementara pemandu kuisnya ditempatnya. Untuk lebih mengena lagi musiknya bisa dengan musik kuis family seratus asli, paling tidak untuk pembukaan).

Narator

(Dari luar panggung) Inilah dia juara bertahan kali ini, keluarga Abdul Bento. Tega, Sadis dan Dewi Sangarwati. Mereka akan habis-habisan menghadapi penantang terakhirnya, Keluarga Abdur Rella. Kita sambut….. Erot dan Siti…. Dengan pembawa acara Soniiii Tulung-Tuluuuuuung……..

STT (Soni tulung-tulung)

Assalamualaikum. Senang sekali hari ini kita bisa bertemu lagi dalam Kuis Family Seratus. Kali ini dalam edisi spesial mencari jodoh, dengan total hadiah jackpot berupa Deni bin Laden.
Segera saja kita temui juara bertahan dari keluarga Abdul Bento…..
(Kepada Dewi) Hallo mbak Dewi. Gimana kabarnya ? Silahkan diperkenalkan siapa saja yang diajak main kali ini.

DS

Terimakasih mas Tulung. Halo… nama saya Dewi. Kali ini saya membawa anak saya yang cantik, Sadis (Ha… ha..hallo), dan yang manis, Tega (Halo…..)

STT

Oke ! Ngomong-ngomong bagaimana bu, setelah berhasil mengalahkan ratusan keluarga ?

DS

Ah, biasa aja mas. Hanya sedikit berkeringat….hi…hi…hi….

STT

Apakah sudah siap menghadapi keluarga Abdur Rella ?

DS

Hah! Menghadapi si pitik itu! Hi…hi.hi kecil! Lha wong Bapaknya saja kalah sama saya kok mas…..

STT

Oke……oke…… (Kepada Sadis) Hallo Sadis….

RS

Ha…ha…hallo mas Tul…tul…tullung….

STT

Ya…ya…ya, disini tertulis anda senang menyanyi?

RS

I…iy….iyyaa….

STT

Lagu apa yang paling anda sukai.

RS

Rrrr….rrr….Rap…..

STT

Bisa tolong menyanyikannya?

RS

Bb…ba..baik (Mulai menyanyi) Ti… tit…ti… Ti….tit. … pe…pe…pe….

STT

Ya….yaa terimakasih, terima kasih…… nanti nda`an saru. (Kepada Tega) Hallo Tega……

RTT

Halo mas Son….

STT

Bisa diceritakan bagaimana trik mengalahkan lawan!?

RT

O… itu sih gampang mas….. sekarang kan lagi trendnya diplomasi dan tepu-tepu dikit, agar selamat….

STT

Maksudnya?

RT

Ya itu mas…. Walaupun semua orang tahu kalau kita itu boongan, tapi kalau kita bisa memainkan dan menghilangkan bukti, kita kan bisa lolos…..

STT

Baiklah… baiklah…. Kita coba lihat nanti. Dan segera kita temui penantangnya dari keluarga Abdurrela………. (Sambil berlari kecil menuju tempat SR dan ME) Halo Siti?

SR

Halo mas Soni…..

STT

Sudah siap main?

SR

Insya Alloh siap mas….

STT

Tapi mereka hebat lho…?

ST & ME

(Bareng, dan gayanya seperti iklan Sampoerna Hijau) Ah…. Nggak pa..pa….

STT

Mereka juga kejam lho…?

SR & ME

Ah… nggak pa…pa…..

STT

Oke….. kalau begitu kita mulai saja permainan ini…… Silahkan maju kedepan Ibu Dewi dan Siti….(Kemudian DS dan SR maju ke depan) Siap?! Per…..(melihat pada DS yang tangannya diatas tombol) Eh, maaf Bu, tanganya dibawah ya… Oke! Pertanyaan pertama. Ada tiga jawaban teratas. Pertanyaan: Apa yang kira-kira dilakukan Nabi Adam ketika baru diturunkan kebumi? (DS yang memencet duluan) Silahkan bu Dewi…….

DS

Bertaubat!

STT

Bertaubat. Kita lihat apakah ada jawabanya? (Kemudian tanda jawaban “Ada” terdengar). Ya ada! Main bu?

DS

Main.

STT

Silahkan kembali ketempat. Baik masih ada dua jawaban tersisa, Silahkan Sadis…

RS

Me…me…me…men……(Tiba-tiba terde-ngar bunyi tanda salah karena kelamaan)

STT

Ah, sayang sekali kelamaan. Silahkan Tega?!

RT

Mencari Siti Hawa.

STT

Oke, kita lihat bersama-sama apakah ada dalam jawaban…… (Terdengar tanda “Ada”. Benar) Benar……. Ya! Tinggal satu jawaban tersisa, silahkan Bu Dewi…?

DS

Em…em…. (melihat keatas)

STT

(Ngomongnya seperti iklan Sun Silk) Emang jawabannya diatas……

DS

Waktu itu kilau rambutnya yang…… ah, pasti sisiran!

STT

Sisiran. Apakah ada jawabanya…. (terdengar tanda Tidak ada) Oh, ternyata sisiran tidak ada dalam jawaban. Silahkan Sadis tinggal satu kali kesempatan……..

RS

Mi….mi…mi…mi…….. (terdengar tanda habis waktu)

STT

Ah, sayang sekali kehabisan waktu lagi…….. Sekarang kesempatan berpindah pada keluarga Abdurrela …….. (sambil berlari kecil menuju ME)  Silahkan mak….?

ME

Tidak tahu pasti!

STT

Tidak tahu pasti. Silahkan Siti…. Mau mengambil jawaban mak Erot, atau punya jawaban sendiri?

SR

Saya ikut jawaban Mak Erot. Tidak Tahu Pasti!

STT

Baik. Kalu tidak tahu pasti ada dalam jawaban maka nilai berpindah pada keluarga Abdurrela… Survey membuktikan….. (Terdengar tanda Benar) Ya, Benar! Benar sekali, karena kebanyakan survey menjawab tidak tahu pasti saat ditanya apa yang dilakukan Nabi adam ketika baru saja diturunkan ke bumi….. Baik kalau begitu keluarga Abdurrela mendapatkan nilai seratus dua puluh sedangkan keluarga Abdulbento masih kosong…… Baik. Kita mulai saja babak berikutnya… Silahkan maju kedepan orang kedua, Sadis dan Mak Erot…… (kemudian dua orang itu maju). Siap! Ada dua jawaban, Pertanyaan: Mengapa orang bisa jatuh cinta? ( RS memencet duluan). Silahkan Sadis….

RS

Ka…ka..ka…kar… (Terdengar tanda Salah. Kelamaan sih…)

STT

Aduh lagi-lagi kelamaan, sayang sekali…. Silahkan Mak Erot…?

ME

Karena … Tertarik.

STT

Oke, apakah Tertarik ada dalam jawaban…. (Terdengar tanda benar). Ya! Ternyata tertarik ada dalam jawaban. Main mak….

ME

Main.

STT

Silahkan kembali ketempat. (Kemudian mereka kembali ketempat masing-masing) Silahkan Siti tinggal satu jawaban lagi…?

SR

Kersane Gusti Alloh.

STT

Baik kita lihat apakah Kersane Gusti Alloh ada dalam survey…. (terdengar tanda benar) Yah…. Benar sekali, Rupanya jawaban terbanyak tentang mengapa orang jatuh cinta adalah Kersane Gusti Alloh…. Kalau begitu jawaban disapu bersih oleh keluarga Abdurrela, dengan nilai 250, sedangkan keluarga Abdulbento kosong. Dan dengan demikian maka yang memenangkan babak terahir Family 100, mencari jodoh ini adalah keluarga Abdurrela…….. Dan dengan demikian maka berhak atas hadiah Jackpot berupa Deni bin Laden…. Kita sambut Deni bin Laden……… (Kemudian muncul Deni bin Laden ke panggung, kalau bisa diikuti musik seperti menyambut pahlawan. Setelah sampai ke panggung segera mendekati Siti Rela, terjadi adegan romantis antara mereka berdua. Untuk yang ini bisa disisipin lagu Kuch-kuch Hota Hai dan diperagakan oleh mereka berdua, atau kalau tidak musik dansa untuk mereka.)

Dah…… ya…..  Tamat.





Medio,
27 may `02.
Salah satu kamar Komp. H



الحمد لله رب العالمين


*****0000*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar