Sitirella
Panggung
menyerupai ruang tamu. Ada sebuah meja dan tiga kursi, yang dua di bagian dalam
dan satu dibagian samping meja.
(Musik Intro mengalun. Kalau bisa yang agak rampak tapi
mencekam. Setelah beberapa saat muncul Narator ke panggung dengan ekspresif,
bisa juga dengan berjoget. Kemudian berhenti tepat ketika musiknya juga
berhenti. Dan saat itu ia memulai cerita)
Narator
(Kepada penonton) Pada zaman agak dahulu kala,
hiduplah seorang gadis yang bernama Siti Rella. Tapi kalau di Inggris, ia biasa
dipanggil Sinderela.
Nama Siti Rella bukanlah nama sembarangan. Siti berarti lemah,
sedangkan Rella bermakna ikhlas, oleh-an atau éntu-an.
Entah karena namanya atau memang garis nasibnya, Siti…..,
rela ditinggal merantau Bapaknya ke Sumatra. Siti……, rela ketika ditinggal mati
ibunya, hingga….. Siti juga rela saat Bapaknya ingin kawin lagi sepeninggal
ibunya.
Yang lebih hebat lagi, Siti…., juga masih rela ketika
janda yang dikawini Bapaknya, yang mempunyai dua anak yang sebaya dengannya,
memperlakukannya seperti pembantu alias babu di rumahnya sendiri.
Ibu tirinya yang kejam itu bernama Dewi Sangarwati binti
Abdul Bento. Sedangkan dua anaknya bernama Roro Tega Nian Tiada Henti dan Roro
Sadis tur Gagap ra Marimari.
Sitirella senantiasa rela dan rela, walaupun hidupnya
sangaaaaat sengsara.
Ah…….. dasar Siti rela Lo…..!!!
(Musik berirama keras. Saat itu muncul SR yang membawa sapu dan kain pel, yang di
dorong-dorong oleh ibu tiri dan kedua saudaranya. Setelah itu Ibu tiri (DS) duduk
di kursi sambil menyulam, dan Roro Tega (RT) juga duduk di kursi lain sambil
terus berdandan, sedangkan Roro Sadis (RS) duduk di kursi satunya sambil terus
membersihkan dan memoles kuku. Ketiga orang itu melakukan itu semua dengan
congkak. Sementara SR membersihkan lantai dan meja dengan tekun tapi nelangsa.)
DS
(Kepada Siti) Heh Kalkun! Nanti setelah selesai
membersihkan ruangan ini, kamu bersihkan halaman belakang, setelah itu kuras
bak mandi dan pel sampai mengkilat.
SR
Lho bu, tapi kan lantai kamar mandinya masih pakai tanah.
DS
Eee….. ya nggak apa-apa! Walaupun belum di semen juga
harus tetep di pel, biar gaya Bego! Setelah itu kamu pergi kepasar, belanja
yang banyak dan enak-enak. Duitnya pakai punya kamu dulu!
SR
Tapi yang kemarin Ibu juga belum mengembalikan….
DS
E…. dasar Kere! Berani nagih ya…. Nanti kalau sulamanku
ini laku Satu milyar, tak ganti duitmu 1000 kali lipat.
RT
Sekalian beliin saya Lipstik merek Lambe Ndower, dan Eye
Shadow yang dari Paris merek Picek!
SR
Duitnya mana mbak?
RT
Pakai punya kamu dulu dong… nggak ada duit kecil sih…..
RS
(Gagap) Sa… sa… sayy… ya ti…ti..tip…. ca..cat kuku…. Merek tiga roda……
SR
Ngutang juga mbak….?!
RS
I…i…iya! E..e..e….mangnya ke…kenapa?! Pi…pi…pitik Lu!
(Saat itu terdengar ketukan di pintu, lalu muncul
Petugas Kelurahan (Bejo), Mereka bertiga segera berdiri dengan menghormat,
sambil terus tersenyum yang di buat-buat.)
Bejo
Assalamualaikum….
Semua
Waalaikum salam…….
DS
Aduh… nak Bejo…. Mari silahkan duduk… apakah ada sesuatu
yang penting yang ingin disampaikan oleh pak Lurah, sehingga mengutus Nak Bejo
datang kerumah kami…..
Bejo
(Setelah duduk) Memang benar Bu Dewi. Pak lurah
mengutus saya ke mari untuk memberitahukan, bahwa beliau akan mengadakan
sayembara Pemilihan Jodoh untuk anak laki-lakinya yang bernama Deni bin Laden.
RT
Hah…… Deni bin Laden ?!
Bejo
Iyyaaa……
RS
Y…y.. yang ka..ka..kalem itu kan
?
Bejo
He eehh…
DS
Yang nggoantheengg itu kan ?!
Bejo
Yesss……
SR
Yang kuliah di UII itu ya Mas ?
Bejo
Oo, bukan. Bukan itu. Itu kan
Deni Sanggar Sunan.
DS
Heh !! Diam kamu. Nggak usah
ikutan ngomong !!
RT
Wedush Lu….
RS
Pi…pi..pi…pitik Lu…!
DS
Eh Mas, terus syaratnya gimana ?
SR
Yang masih perawan ya Mas?
Bejo
He…he….. tentunya begitu….
RS
Ka…ka..kalau yang
mu….mu….musta’mal, Mas ?
Bejo
(Bingung) Musta’mal….?
Mungkin boleh…
RT
Ehmmm, kalau yang khilaf, terus
tidak perawan, gimana Mas ?
Bejo
(Makin bingung) Ya… nggak
tau ya…. Yah, siapa tahu nanti cocok….
DS
Kalau yang udah punya suami
seperti saya ini, gimana Mas ?
Semua
Huuuuuuu………
Bejo
Waduh….. kalau yang ini saya
nggak ikut-ikut….! Tapi mending gini aja dech……. Nanti malam kalian datang aja
untuk diseleksi.
RS, RT, DS
Asyiiiiiiiiikk………
PK
Nah….. syarat lengkapnya begini:
1.
Perempuan
2.
Beragama NU
3.
Masuk dalam Ranking 10 besar.
4.
Tidak terkena kasus Buloggate
5.
Diutamakan hafal al Qurán
Sedangkan cara seleksinya adalah dengan kuis Famili
Seratus.
Nah, sudah jelas kan….. Silahkan
kalau kalian berminat datang saja ke kekelurahan…. Dan saya permisi dulu ya….
DS
(Basa-basi) Lho kok
buru-buru…kan belum potho-potho…
Bejo
Terima kasih…. Assalamualaikum………
Semua
Wa’alaikum Salam……. (kemudian
menghantarkan Bejo keluar ruangan. Saat itu mucul Narator, yang kehadirannya
sengaja tidak direspon oleh semua pemain)
Narator
(Kepada Penonton) Memang
demikian adanya. Dalam dongeng kali ini, cara pemilihan calon istri tidaklah
menggunakan sepatu kaca yang biasa kita dengar. Melainkan dengan Kuis Famili
Seratus.
Setelah Bejo pamitan, maka tiga
orang anak beranak itu, dengan riang gembira sambil meloncat dan bernyanyi segera bersiap-siap dan berdandan untuk
berangkat mengikuti kuis Famili Seratus di Kelurahan yang berhadiah Deni bin
Laden.
Sedangkan SR…… Tentu saja tidak
diperbolehkan ikut. Padahal ia sangat ingin menjadi istri Deni bin Laden yang
sangat menggiurkan itu. Ia sangat ingin mengikuti Kuis Famili Seratus. Tapi kan
dia tidak punya famili. Ia jadi teringat ibunya……..
(Waktu itu tiga beranak itu telah pergi, diruang itu
hanya ada Sitirella yang menangis. Tiba-tiba di pintu muncul Mak Erot (ME).
Sedangkan Narator sudah Out)
ME
Asalamualaikum neng…. Apakah
disini Rumahnya Sitirella neng….?
SR
(Sedikit kaget. Sambil
mengusap air mata ia menjawab) Oh, eh, benar nek… saya sendiri orangnya…….
ME
Oh, maaf neng….. jadi eneng ini yang bernama Siti Rella…?
SR
Iya…, Lha, nenek ini siapa ?
ME
Alhamdulillah wa Syukrul Lillah…
wala haula wala quwwata illa billaahil àliyyil Àdhiiiiimmmm….. Akhirnya ketemu
juga. Perkenalkan Neng, nama saya teh Mak Erot.
SR
Sebentar-sebentar…. Apakah Mak
Erot yang……???
ME
(Logat Sunda) Betul neng.
Tepat atuh….. Saya dukun khusus laki-laki yang terkenal itu. Yang ngurusin
masalah perburungan itu lho neng…..
SR
Oo…., apa ada yang bisa saya bantu Mak ? Sebab dirumah ini
kan perempuan semua.
ME
Hi….hi…hi… saya teh kali ini
bukan ngurusin yang kayak gitu neng… saya kesini, diutus sama ibu kandung
eneng, untuk mengikuti kuis Famili Seratus.
SR
Lho, ibu saya kan sudah
meninggal….?
ME
Saya kan dukun neng. Saya bisa
ketemu para roh dialam baka.
SR
Lalu, apa pesan ibu saya Mak.?
ME
Ya…. Itu tadi neng. Emak disuruh menggantikan ibu
eneng, agar eneng bisa mengikuti kuis Famili Seratus.
SR
Benarkah itu Mak….. itu…betulkah,
itu….. tenanankah….. cabut yuk. (Kemudian mereka berdua keluar dari
panggung. Munculah Narator sendirian)
Narator
(Kepada Penonton)
Begitulah akhirnya, Gusti Allah memang Maha Adil. SR bisa mengikuti kuis dengan
bantuan Mak Erot…..
Sementara itu, di Kelurahan
sedang berlangsung Kuis Famili Seratus. Dan yang lebih hebohnya lagi, ternyata
dari sekian ratus keluarga yang belum terkalahkan adalah keluarga Abdul Bento
alias keluarga Ibu tiri Sitirella. Dan lebih heboh hebohnya lagi, saat ini
mereka akan berhadapan dengan dengan keluarga Abdur Rella, yang beranggotakan
Sitirella dan Mak Erot sebagai peserta terakhir. Artinya, yang berhasil
memenangkan episode kuis kali ini, berarti berhasil mendapatkan hadiah Deni bin
Laden nan menggiurkan. (Kemudian Narator out. Dan Panggung sekarang berganti
menjadi ajang Kuis Family Seratus. Usahakan nanti formasi kuis ini sama seperti
kuis family seratus, artinya para pemain berdiri sejajar tapi agak menyerong,
dan dua keluarga saling berhadapan.
Sementara pemandu kuisnya ditempatnya. Untuk lebih mengena lagi musiknya bisa
dengan musik kuis family seratus asli, paling tidak untuk pembukaan).
Narator
(Dari luar panggung)
Inilah dia juara bertahan kali ini, keluarga Abdul Bento. Tega, Sadis dan Dewi
Sangarwati. Mereka akan habis-habisan menghadapi penantang terakhirnya,
Keluarga Abdur Rella. Kita sambut….. Erot dan Siti…. Dengan pembawa acara
Soniiii Tulung-Tuluuuuuung……..
STT (Soni tulung-tulung)
Assalamualaikum. Senang sekali hari ini kita bisa bertemu
lagi dalam Kuis Family Seratus. Kali ini dalam edisi spesial mencari jodoh,
dengan total hadiah jackpot berupa Deni bin Laden.
Segera saja kita temui juara
bertahan dari keluarga Abdul Bento…..
(Kepada Dewi) Hallo mbak
Dewi. Gimana kabarnya ? Silahkan diperkenalkan siapa saja yang diajak main kali
ini.
DS
Terimakasih mas Tulung. Halo… nama saya Dewi. Kali ini
saya membawa anak saya yang cantik, Sadis (Ha… ha..hallo), dan yang manis, Tega
(Halo…..)
STT
Oke ! Ngomong-ngomong bagaimana
bu, setelah berhasil mengalahkan ratusan keluarga ?
DS
Ah, biasa aja mas. Hanya sedikit
berkeringat….hi…hi…hi….
STT
Apakah sudah siap menghadapi
keluarga Abdur Rella ?
DS
Hah! Menghadapi si pitik itu!
Hi…hi.hi kecil! Lha wong Bapaknya saja kalah sama saya kok mas…..
STT
Oke……oke…… (Kepada Sadis)
Hallo Sadis….
RS
Ha…ha…hallo mas Tul…tul…tullung….
STT
Ya…ya…ya, disini tertulis anda
senang menyanyi?
RS
I…iy….iyyaa….
STT
Lagu apa yang paling anda sukai.
RS
Rrrr….rrr….Rap…..
STT
Bisa tolong menyanyikannya?
RS
Bb…ba..baik (Mulai menyanyi)
Ti… tit…ti… Ti….tit. … pe…pe…pe….
STT
Ya….yaa terimakasih, terima
kasih…… nanti nda`an saru. (Kepada Tega) Hallo Tega……
RTT
Halo mas Son….
STT
Bisa diceritakan bagaimana trik
mengalahkan lawan!?
RT
O… itu sih gampang mas…..
sekarang kan lagi trendnya diplomasi dan tepu-tepu dikit, agar selamat….
STT
Maksudnya?
RT
Ya itu mas…. Walaupun semua orang
tahu kalau kita itu boongan, tapi kalau kita bisa memainkan dan menghilangkan
bukti, kita kan bisa lolos…..
STT
Baiklah… baiklah…. Kita coba
lihat nanti. Dan segera kita temui penantangnya dari keluarga Abdurrela………. (Sambil
berlari kecil menuju tempat SR dan ME) Halo Siti?
SR
Halo mas Soni…..
STT
Sudah siap main?
SR
Insya Alloh siap mas….
STT
Tapi mereka hebat lho…?
ST & ME
(Bareng, dan gayanya seperti
iklan Sampoerna Hijau) Ah…. Nggak pa..pa….
STT
Mereka juga kejam lho…?
SR & ME
Ah… nggak pa…pa…..
STT
Oke….. kalau begitu kita mulai
saja permainan ini…… Silahkan maju kedepan Ibu Dewi dan Siti….(Kemudian DS
dan SR maju ke depan) Siap?! Per…..(melihat pada DS yang tangannya
diatas tombol) Eh, maaf Bu, tanganya dibawah ya… Oke! Pertanyaan pertama.
Ada tiga jawaban teratas. Pertanyaan: Apa yang kira-kira dilakukan Nabi Adam
ketika baru diturunkan kebumi? (DS yang memencet duluan) Silahkan bu
Dewi…….
DS
Bertaubat!
STT
Bertaubat. Kita lihat apakah ada
jawabanya? (Kemudian tanda jawaban “Ada” terdengar). Ya ada! Main bu?
DS
Main.
STT
Silahkan kembali ketempat. Baik
masih ada dua jawaban tersisa, Silahkan Sadis…
RS
Me…me…me…men……(Tiba-tiba
terde-ngar bunyi tanda salah karena kelamaan)
STT
Ah, sayang sekali kelamaan.
Silahkan Tega?!
RT
Mencari Siti Hawa.
STT
Oke, kita lihat bersama-sama
apakah ada dalam jawaban…… (Terdengar tanda “Ada”. Benar) Benar……. Ya!
Tinggal satu jawaban tersisa, silahkan Bu Dewi…?
DS
Em…em…. (melihat keatas)
STT
(Ngomongnya seperti iklan Sun
Silk) Emang jawabannya diatas……
DS
Waktu itu kilau rambutnya yang……
ah, pasti sisiran!
STT
Sisiran. Apakah ada jawabanya…. (terdengar
tanda Tidak ada) Oh, ternyata sisiran tidak ada dalam jawaban. Silahkan
Sadis tinggal satu kali kesempatan……..
RS
Mi….mi…mi…mi…….. (terdengar
tanda habis waktu)
STT
Ah, sayang sekali kehabisan waktu
lagi…….. Sekarang kesempatan berpindah pada keluarga Abdurrela …….. (sambil
berlari kecil menuju ME) Silahkan
mak….?
ME
Tidak tahu pasti!
STT
Tidak tahu pasti. Silahkan Siti….
Mau mengambil jawaban mak Erot, atau punya jawaban sendiri?
SR
Saya ikut jawaban Mak Erot. Tidak
Tahu Pasti!
STT
Baik. Kalu tidak tahu pasti ada
dalam jawaban maka nilai berpindah pada keluarga Abdurrela… Survey
membuktikan….. (Terdengar tanda Benar) Ya, Benar! Benar sekali, karena
kebanyakan survey menjawab tidak tahu pasti saat ditanya apa yang dilakukan
Nabi adam ketika baru saja diturunkan ke bumi….. Baik kalau begitu keluarga
Abdurrela mendapatkan nilai seratus dua puluh sedangkan keluarga Abdulbento
masih kosong…… Baik. Kita mulai saja babak berikutnya… Silahkan maju kedepan
orang kedua, Sadis dan Mak Erot…… (kemudian dua orang itu maju). Siap!
Ada dua jawaban, Pertanyaan: Mengapa orang bisa jatuh cinta? ( RS memencet
duluan). Silahkan Sadis….
RS
Ka…ka..ka…kar… (Terdengar
tanda Salah. Kelamaan sih…)
STT
Aduh lagi-lagi kelamaan, sayang
sekali…. Silahkan Mak Erot…?
ME
Karena … Tertarik.
STT
Oke, apakah Tertarik ada dalam
jawaban…. (Terdengar tanda benar). Ya! Ternyata tertarik ada dalam
jawaban. Main mak….
ME
Main.
STT
Silahkan kembali ketempat. (Kemudian
mereka kembali ketempat masing-masing) Silahkan Siti tinggal satu jawaban
lagi…?
SR
Kersane Gusti Alloh.
STT
Baik kita lihat apakah Kersane
Gusti Alloh ada dalam survey…. (terdengar tanda benar) Yah…. Benar
sekali, Rupanya jawaban terbanyak tentang mengapa orang jatuh cinta adalah
Kersane Gusti Alloh…. Kalau begitu jawaban disapu bersih oleh keluarga
Abdurrela, dengan nilai 250, sedangkan keluarga Abdulbento kosong. Dan dengan
demikian maka yang memenangkan babak terahir Family 100, mencari jodoh ini
adalah keluarga Abdurrela…….. Dan dengan demikian maka berhak atas hadiah
Jackpot berupa Deni bin Laden…. Kita sambut Deni bin Laden……… (Kemudian
muncul Deni bin Laden ke panggung, kalau bisa diikuti musik seperti menyambut
pahlawan. Setelah sampai ke panggung segera mendekati Siti Rela, terjadi adegan
romantis antara mereka berdua. Untuk yang ini bisa disisipin lagu Kuch-kuch
Hota Hai dan diperagakan oleh mereka berdua, atau kalau tidak musik dansa untuk
mereka.)
Dah…… ya….. Tamat.
Medio,
27 may `02.
Salah satu kamar Komp. H
الحمد
لله رب العالمين
*****0000*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar