Pemeran :
Kabul : Punker
Soleh : Seniman Gadungan
Rokid : Pungker
Nurul : Nenek
Coiriyah : Gadis Indian
Nita : Gadis India
Cundrik : Gadis India
Lagu
Seniman gadungan
Punk Dangdut
Gadis India
Mang Memang Benar
Scane 1
Kisah ini menceritakan seorang wanita yang memiliki anak 2
(Rokid dan Kabul)
Nurul :
(bicara pada anaknya) Anakku yang kucayangi,kucintai, ibu mau menasehatin kamu,
Mbok ya kalau pake pakaian yang rapi.
Kabul : Ibuku
tercinta, saya sudah menuruti nasehat ibu, malah rambutku ini setiap hari aku
setrika (sambil memegang rambutnya) tuh kan
lurus menantang langit.
Rokid : Ibu
nggak adil, menyuruh anaknya untuk senantiasa rapi, nyatanya anak ibu yang saat
ini sedang nikah, pakaiannya tidak rata, tuh lihat dadanya, ga rata (sambil
menunjuk ke arah rohatin/yang sedang nikah).
Ibu : Hus ngacau, itu bukan karena
pakaiannya yang tidak rata, tapi ada
anugrah tuhan yang ditempatkan didepan dadanya. Ngacau kamu.nih ibu juga punya
Kabul : wah iya bener, ibu juga ga rata. Kakeane,
rokid pikirane jorok
Rokit : Hus Kakeane bul, ojo ngomong kakeane, saru.mengko
dipisohi sing due gawe,dikon muleh ora di kei sangu modar koe.
Nurul : Sudah, jangan bertengkar. (sejenak diam,
kemudian ia berkata)Anakku, satu pesan dari ibu, kalau kamu berkostum seperti
ini karena cita-cita kalian mau jadi seniman, kamu jangan seperti dia (menunjuk
kepada soleh yang duduk dan sambil merokok
didepan panggung) wis rambute gondrong, tatonan panuh, celanane sobek,
giginyapun ikut robek, dari kejauhan mirip seniman, tapi ternyata dia bukan
seniman.
Kabul : Kalau bukan
seniman beneran, terus seniman apa ?
Rokid : Ya seniman gadungan
Koor : Oh
seninman gadungan toh
(Kemudian
ketiganya mundur ke belakang panggung , diteruskan dengan lagu seniman
gadungan, sementara soleh masih berpose didepan panggung ikut goyang)
Lagu Seninman Gadungan
Scane 2
Kabul
dan rokit datang kepanggung membicarakan masalah seniman gadungan, yang ahirnya
keduanya bertengkar dengan soleh lettu
Kabul : Tuh kan kata ibu, kita
jangan jadi seniman gadungan, jadilah seniman sejati, yang punya karya. Iya
nggak penonton (sambil mengajak komunikasi dengan penonton)
Rokit : Kakakku, sejak dulu, sejak aku masih
kecil saya sedah menjadi seniman,
Kabul : Ngawur, seniman apaan?
Rokit : kaka, aku ini setiap hari mengeluarkan
air seni di wc, coba ya dengarkan, orang yang super disebut superman, lah kalau
orang yang mengeluarkan air seni disebut apa coba ?
Kabul : Seniman, Super-man, seni-man, yah kamu benar.
Semuanya ahirannya MAN alias manusia.
Soleh lettu
: He kambing gembel, tak perlu berdebat masalah seniman, kamu aja tampangnya
seperti orang punker sejati, rambutnya dimohak, pake rante, alah palsu, pake
sepatu but, semiran dirambut, eh nyatanya suka kentut (tertawa) Dompet pake
rante, gayane sok ngece, padahal memble.
(Lagu Punk Dangdut)
Scane 3
Disela-sela percakapan antara pangker dan seniman, akhirnya
muncul 3 gadis dari india
yang sangat cantik ikut ngobrol di pojok panggung. Soleh, kabul, dan rokit pun melongok dengan penuh
keheranan.
Cundrik : sto….p iklan dulu ya ! ( 3 cewek india jalan di depan panggung bagai pragawati,
sementara kabul,
soleh, dan rokit melotot memandangnya. Dan sesekali mengucap WOW bersamaan)
Soleh : sekali lagi MAN. WOW…..bodinya Bo…….! (
Bersama-sama)
Cundrik : wah ada cowok cakep. Hai cowok godain kita dong…!
Nita : (menunjuk pada rokit) ih…. Thoming see.
Khoiriah : ih….. Tora sudiro….!
Cundrik : ih ….drakula Bo…..! (bersama-sama)
Kabul
: wow…. Karina kapoer
Rokit : Woo…..! krisdayanti kapoer..!
Soleh : wow… AMING kapoer…!
Cundrik : dasar Cowok ganteng, saya bukan Aming Kapoer tau,
tapi Kapur barus..Ah….!
(Lagu Gadis India)
Scane 4
Soleh:
bubar-bubar, moh aku aku entok seng elek!
Kabul: yang sabar ya,
orang jelek kayak lo ya…rejekinya juga jelek
Roket : ngono
yo.
Kemudian
mereka berebutan pasangan ( geger memanah cinta)
Datang nurul
Nurul:
stop-stop, ( membawa sumprit ) geger terus kalian gak tau sekarang ini jamannya
susah,harga beras naik, BBM Naik,
Soleh :
(pimpong cepat) semua boleh naik, tapikan susu tidak boleh naik kasian anaknya
mbok darmi.
Kabol : kalau
jodoh boleh naik, tapi kalau buat soleh jodoh turun terus ….!
Nurul : ya
sudah kabol-rokit ayo pulang, sekalian jodoh mu ajak kerumah.
Kabol :
pulang dulu ya bro….( bersama-sama da…, tinggal soleh sama cundrik berdua)
Soleh terus
di goda cundrik tapi dia gak mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar