MEDITASI …………………………………………………………
PERNAFASAN ………………………………………………………
OLAH GERAK ……………………………………………………..
OLAH VOKAL ………………………………………………………
MANAGEMENT PEMENTASAN ……………………………………….
PENYUTRADARAAN ………………………………………………..
KEAKTORAN ………………………………………………………
SETTING …………………………………………………………..
LIGHTING ………………………………………………………….
COSTUM………………………………………………………….
CONTOH………………………………………………………….
A. MEDITASI
a. Arti Meditasi dalam
penokohan
Meditasi dalam arti luas adalah upaya
menemukan titik konsentrasi pada suatu focus, sedangkan meditasi dalam dunia
penokohan adalah sikap konsentrasi menuju titik fokus acting yang di geluti
(yang di berikan sutradara), dalam hal ini para actor/actris harus konsentrasi
dengan peran yang dituntut oleh sutradara dalam sebuah penggarapan suatu
naskah.
Banyak para actor yang terkadang berperan
dengan tidak sempurna (fersi sutradara) hal ini diakibatkan penggalian karakter
melalui meditasi tidak sempurna, untuk itu ada beberapa hal yang akan mendorong
para actor/artis dalam ranah meditasi, berikut ini adalah langkah praktis dalam
meditasi untuk menuju kesempurnaan dalam berakting.
Sebelum melakukan meditasi, terlebih dahulu
kita mengetahui tujuan meditasi dalam penokohan, diantaranya :
·
Menemukan titik focus jatah peran yang diberikan
oleh sutradara.
·
Menemukan titik ketenangan dalam mendalami
peran.
·
Meningkatkan kesempurnaan dalam memahami
karakter peran yang ti berikan sutradara.
·
Membuka dunia khayal (bayangan) dalam penokohan.
Ketika kita telah mengetahui maksud dan
tujuan bermeditasi dalm penokohan, maka langkah selanjutnya adalah
langkahlangkah apa yang ditempuh ketika kita melakukan meditasi, berikut ini
ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam bermeditasi :
1.
Konsentrasi pandangan pada satu titik focus, adapun
pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
·
Sikap tubuh rilex (sesuai keinginan anda)
·
Pandangan mata menuju titik suatu benda yang ada
didepan anda.
·
Memejamkan mata dengan pelan pelan.
·
Setelah memejamkan mata, ingat-ingat focus
pandangan anda disaat mata anda terbuka, dalam suatu cotoh, ketika mata anda
masih terbuka, anda memusatkan pandangannya pada sebuah meja, maka ketika anda
menutup mata, anda harus dapat membayangkan meja tersebut, dari segi warna,
bentuk, hingga kalau mungkin mampu ke
taraf bau suatu benda tersebut.
2.
Setelah langkah pertama anda lalui kemudian menuju langkah
selanjutnya, adapun langkah selanjutnya adalah, hilangkan focus pandangan anda
hingga seolah-olah hilang dari pikiran anda, contoh; ketika pandangan awal anda
adalah kursi, maka untuk langkah kedua anda dituntut untuk menghilangkan
gambar/bntuk kursi tersebut, hingga seolah olah bentuk itu tidak ada dalam
pandangan hati dan pikiran anda.
3.
Adapun langkah selanjutnya adalah menggerakkan indra
anda (Pendengar, peraba) dengan cara mencoba mendengarkan suara suara yang ada
pada sekitar anda, baik suara hewan maupun suara benda benda yang terdengar
disekeliling anda. Adapun tingkat keberhasilan dalam taraf ini dengan
cirri-ciri sebagai berikut :
- Dapat mendengar bauan suara – suara yang terdengar disekelilig anda, dari arah mana, dan jauh dekatnya suatu benda.
- Dapat mengetahui suara itu keluar dari hewan, atau manusia ataupula gesekan suatu benda.
Kemudian setelah indra pendengar kita telah kita uji, langkah
selanjutnya kita menguji ketajaman indra peraba, dalam hal ini adalah kulit,
adapun cara melakukannya adalah dengan cara merasakan hembusan-hembusan angina
yang menerpa tubuh anda, sehingga anda dapat membayangkan bagaimana intonasi
angina yang mengalir dan menyentuh tubuh anda, serta dari mana arah angina itu
menyentuk kulit anda.
Adapun tujuan langkah ketiga ini adalah melatih ketajaman rasa, melalui
kedua indra kita. Adapun tujuan yang lebih dalam lagi hubungannya dengan
vertical bagaimana kita dapat merasakan kenikmatan Allah dengan diberikannya
udara sehingga kita dapat bernafas dan hidup didunia dan dapat mendengarkan
benda-benda yang terdengar di sekeliling kita, karena tanpa tuhan memberikan
indra pendengar, kita tidak dapat mendengarkan nuansa dunia, dan itu sangat
hampa sekali bagi kita yang tidak dapat mendengar suara apapun.
4.
Langkah yang ke-Empat adalah perenungan diri, dalam
perenungan diri ini, anda diharapkan berpikir pada hal yang sedih/pilu, dengan
tujuan agar anda lebih dekat lagi dengan hal yang disebut pasrah, pasrah dengan
segala bentuk raga maupun pikiran.
5.
lankah yang ke-Lima adalah mengosongkan pikiran anda,
adapun maksud poin yang kelima ini adalah sikap pasrah anda dari iten empat
diatas sehingga anda malu pada diri anda sendiri, sehingga pada titik klimaknya
anda bingung dan pikiran menjadi kosong.
6.
Langkah ke-Enam adalah memasukkan jatah peran yang
dituntut oleh sutradara. Contoh, nama anda adalah suparman, dalan penggarapan
sebuah naskah anda dituntut oleh sutradara menjadi siti (Banci) maka langkah
ke-Enam ini anda dituntut untuk mendalami seorang siti (banci), dari tinkah
lakunya, logat bicara berak tubuhnya, komunikasi denga lawan bicara seperti
apa.
7.
langkah ketujuh adalah langkah menuju perubahan,
langkah ini anda harus yakin bahwa sannya adan adalah orang yang dituntut dalam
naskah tersebut, contoh: nama anda adalah parman, sedangkan jatah peran
anda menjadi seorang banci yang bernama
siti, maka anda harus yakin bahwa anda adalah siti, bukan parman lagi.hal ini
diangan-angankan dan dimasukkan didalam pikiran anda.
8.
Penajaman, dalam massa penajaman, anda akan dibantu
dengan pernafasan setelah langkah ketujuh tersebut sudah dilakukan, dengan
pernafasan dan hentakan suara sekeras mungkin sebagai wujud keyakinan anda
dengan peran tersebut. Adapun alas an hentakan yang keras tersebut seperti
halnya anda yakin dengan tantangan apa yang sedang anda hadapi dan mampu. Dalam
fase ini mata anda masih tetap tepejam.
9.
Membuka mata, dalam proses membuka mata harus dengan
pelan-pelan, karena dalam proses membuka mata anda diharapkan membayangkan
dunia baru, dunia peran anda.dan siap memerankannya.
10. Meditasi
selesai.
- Kapan Kita Melakukan Meditasi ?
Setelah kita dapat memahami dan tatacara
meditasi penokohan maka kita harus tahu kapan kita melakukan meditasi, adapun
penempatan meditasi ada dua kali, yaitu awal dan ahir latihan.
Ada sebuah kejadian yang terkadang menimpa
seorang actor/artis, yaitu melakukan meditasi hanya pada awalnya saja, padahal
jatah peran yang ia geluti adalah orang gila, ketika ia melakukan meditasi ia
menemukan titik klimak karakter yang ia pelajari, kemudian ia melakukan latihan
yang diintruksikan oleh sutradara, kemudian seelah latihan ia tidak melakukan
meditasi lagi, sehingga karakter orang gila masih dalam baying pikirannya, hal
ini teradang bias dibilang fatal, untuk itu diharapkan bagi para actor ataupun
aktris untuk melakukan meditasi di awal dan diahir latihan walaupun hal ini
tidak diwajibkan namun tergantung porsi latihan yang dituntut oleh sutradara
ataupun pelatih teater.
B. PERNAFASAN
a. Fungsi Pernafasan.
Pernafasan dalam dunia keteateran diperlukan
dan sangat penting diperhatikan, karena pengaruh besar terhadap kondisi fisik
sang actor.
Banyak sekali kejadian yang tidak di inginkan
oleh seorang sutradara dalam sebuah penggarapan naskah diakibatkan pernafasan
tidak dijaga oleh aktornya, untuk itu dalam penggarapan naskah kita perlu
memperhatikan dan mengatur pernafasan dengan baik.
b. Macam Pernafasan.
1. Pernafasan Dada
Adapun ciri Pernafasan dada adalah ketika kita memasukkan udara kedalam
tubuh kita, maka bagian dada yang membengkak, begitu pula sebaliknya, ketika
mengeluarkan udara bagian dada anda mengempis (mengecil).
2. Pernafasan Perut
Adapun ciri-ciri Pernafasan Perut adalah sebagai berikut : Ketika udara
masuk kedalam tbuh anda, maka bagian tubuh anda yang mebengkak adalah perut,
bukan dada, demikian pula sebaliknya, ketika udara keluar, maka perut mengerut
(mengecil) pernafasan perut yang biasa dilakukan oleh manusia ialah ketia dalam
keadaan tidur (terlentang).
3. Pernafasan Diafragma.
Pernafasan ini hanya sebuah istilah karena udara yang masuk dan
tersimpan dibelakang perut (bagian diafragma) hal ini dilakukan ketika kita
menekan udara sedalam dalamnya dengan kapasitas tenaga yang ekstra, yang
ahirnya posisi bagian diafragma membengkak (membesar).
c. Keuntungan Menggunakan
Pernafasan Perut.
Dalam dunia keteateran biasanya menggunakan
pernafasan perut, karena dengan pernafasan perut ada keuntungan-keuntungan yang
akan didapat, sama halnya yang dilakukan para vokalis musik, yaitu diantaranya
:
·
Dapat menyimpan lebih banyak udara yang masuk,
karena kapasitasnya lebih lebar daripada dada yang terhalang tulang iga.
·
Lebih mudah mengatur pengeluaran udara sedikit
demi sedikit, sehingga kekuatannya lebih lama.
·
Tidak terlalu banayk mengeluarkan kalori banyak
sehingga tidak mudah lelah. dll

C. OLAH
GERAK
Olah gerak dalam dunia teater sangan penting,
dalam kaitannya membentuk dan menguatkan karakter yang diperankan, berikut ini
ada beberapa tujuan dalam olah gerak :
1.
Membentuk karakter dalam sebuah pentas
2.
Membentuk stamina tubuh yang kuat dan tangkas
3.
Menciptakan nuansa gerak yang memiliki missi tertentu
yang dituntut dalam naskah.
Adapun caranya sebagai berikut :
1.
Berolahraga (senam).
Dalam ber olah Raga, seorang actor dituntut
untuk memikiki kelenturan tubuh, untuk itu seluruh bagian tubuh harus sering
dilatihnya (Kaki, Pinggang, Perut, Dada, Tangan, Pergelangan tangan, pinggul,
leher, kepala, mata, pipi, mulut, lutut dll).
2. Mengkombinasikan gerak dengan
isi naskah yang akan dipentaskan.
Adapun maksud mengkombinasikan dengan naskah
dalam arti seorang actor harus pandai-pandai menciptakan dan mengilhami serta
mengkolaboasikan antara penciptaan gerak dan tuntutan yang ada pada naskah,
karena hal ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pementasan.
Adapun husus untuk wilayah kepala ada bagian
tertentu yang memang harus diperhatikan, yaitu
bagian mata, bibir dan bagian pipi. Untuk bagian mata, seorang actor
harus sering melakukan olah gerak mata dengancara melatih melirik kekanan dan
kekiri, keatas dank e bawah,sedang untuk keseluruhan bagian wakah, diharapkan
seorang actor harus mampu minimal memiliki Empat (4) karakteriskit wajah yaitu
:
a. susah / sedih
b. senang / gembira
c. stagnan
d. marah
D. OLAH VOKAL
Penerapan Olah Vokal dalam sebuah pementasan
juga tidak kalah pentngnya dengan yang lain, dalam beberap maksud dan tujuan
yaitu Membentuk intonasi suara dalam pementasan. Adapiun langkah latihan yang
harus ditempuh dengan tujuan diatas adalah sebagai berikut :
1.
Mengeja Huruf Vokal ( A, I, U, E, O) dengan
kesempurnaan huruf tersebut, dalam arti menyesuaikan dengan gerak bibir.
2.
Berlatih intonasi suara, dalam arti tinggi rendahnya
suara atau keras atau pelan yang dikelaurkan, atau kejelasan suara.
3.
aaadapun hubungan antara olah vocal dan olah gerak
terletak pada sisi bloking, dalam arti dimana seorang actor dalam mengeluarkan
vocal tersebut diiringi dengan gerak, untuk itu ada tiga hal yang menjadi
patokan dalam kombinasi ini, yaitu Vokal dulu baru gerak, gerak dulu baru
vocal, atau yang ketiga keduanya dilakukan bersama-sama. Hal ini tergantung
tuntutan naskah.
Untuk membentuk vocal yang baik, tangguh, dan
kuat, maka harus sering dilakukan setiap hari, yang dilakukan di pagi hari.
E.
MAGEMENT PEMENTASAN
MAGEMENT PEMENTASAN
a. Pra Pementasan (Produksi)
1. Penggarapan Naskah.
Latihan harus memiliki target, Untuk itu ada
langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penggarapan naskah (latihan).
1.
Menentukan
naskah yang akan di pentaskan.
2.
Menentukan sutradara
3.
Bedah naskah.
4.
Reading.(untuk menentukan actor)
5.
Job peran.
6.
Reading kedua.(pendalaman naskah).
7.
Reading dan gerak.
8.
Menghafal.
9.
perulangan dan improfisasi.
10. Dokumentasi
(dalam kaitannya publikasi)
11. Kolaborasi
(penggabungan) dengan artistic, dan musik pengiring.
12. gladi
bersih, dalam gladi bersih, actor harus sudah lengkap dalam hal kostum, set
panggung, lighting dll selayaknya dalam pementasan.
2.
Rapat Produksi.
Hal-hal yang diperbincangkan dalam rapat produksi sebagai berikut :
1.
Target Pementasa.
Target pementasan dalam arti kapan kita pentas, dinama dan berapa kali
kita pentas
2.
Biaya Pementasan.
Untuk membahas biaya pementasan hal yang harus di perhatikan mulai dari
proses pra produksi (latihan, rapat
produksi) biaya actor, transportasi, dokumentasi, logistic, perlengkapan.
3.
Kebutuhan logistic
Kebutuhan logistic dalm hal ini, Properties panggung, lighting,bahan
publikasi, makan,make up, kostum. Serta alat penunjang lainyya.
4.
Patner kerja.
Maksud dari patner kerja dalam hal ini masalah hal hal yang
bersinggungan dengan pementasan, baik birokrasi maupun instansi ataupun
komunitas yang nantinya diajak kerjasama.
5.
Kompensasi pementasan.
Kompensasi pementasan dalam hal ini dimaksudkan pada sisi tariff harga
pentas, yang disesuaikan dengan biaya produksi yang sebelumnya kita
presdiksikan terlebih dahulu kapasitas dan mutu garapan pementasan.
3. Disiplinan.
Hal yang tidak kalh pentinnya dalam produksi adalah Kedisiplinan, adapun
disiplin dalam hal ini ada beberapa bentuk yaitu :
·
Disiplin Latihan.
·
Disiplin Waktu.
·
Disiplin Panning and Target.
·
Profesionalisme dalam penyutradaraaan (kode etik
sutradara digunakan dengan semstinya).
Hal disiplin ini harus dipakai mulai daripra produksi, hingga pasca
produksi.
b. Pementasan (Produksi)
Dalam teknis pelaksanaan pementasan, ada
beberapa tuntutan yang harus diperhatikan diantaranya :
1.
Ceking Tempat.
2.
Ceking Properties.
3.
Ceking Kostum.
4.
Ceking Lingghting.
5.
Ceking Crew Musik/ilustrasi.
6.
Gladi Bersih 2/3 Jam sebelum pementasan.
7.
Berdo'a.
Pada saat pementasa dimulai maka ada beberapa
kode etik yang harus diperhatikan oleh actor dan crew diobelakang
panggung, diantaranya :
1.
Aktor yang belum main atau yang ada di belakang
panggung dan crew dibelakang panggung tidak boleh berkata ataupun bersuara
selama pementasan.
2.
Aktor yang belum main atau yang ada di belakang
panggung dan crew dibelakang panggung tidak boleh terlihat oleh penonton yang
sedang menikmati pertunjukan.
3.
Dimer diharapkan tidak terlihat oleh audien.
4.
Onsentrasi pada teaming and jatah tempat yang sudah
ditentukan oleh set panggung.
5.
Sikap totalitas dalam pementasan.
6.
Apabila ada kesalahan kata atau adegan, diharapkan
dengan cepat untuk dapat mengalihkan perhatian sehingga terkesan tidak terjadi
kesalahan dalam pementasan. Tau seolah-olah kesalahan tersebut memang sudah
diatur dan disett oleh surtadara.
7.
Setelah ahir pementasan, atau sebelum pementasan, actor
memperkenalkan diri.
8.
Setelah pementasan, diharapkan actor dilarang keluar
masuk panggung, selama penonton belum meninggalkan tempat pertunjukan.
9.
dan yang terahir
adalah, team di belakang panggung memberikan pengumuman kepada penonton agar
dapat menikmati pertunjukan dengan tidak mengeluarkan suara (Gaduh).
10. Ketepatan
Aktor, lighting dan musik harus dijaga sesuai dengan konsep sutradara.
c. Pasca Pementasan
(Produksi)
dalam pasca pementasan yang harus diperhatikan adalah :
1. Menata dan mengemas kembali
properties panggung yang ada.
2. Evaluasi pementasan.
·
Kritik dan otokritik terhadap actor
·
Laporan Pengeluaran Keuangan
·
Laporan Pemasukan Keuangan
·
Pendataan dokumentasi. Sebagai arsip organisasi.
3. Evaluasi program kedepan/Pementasan Berikutnya.
F.
PENYUTRADARAAN
PENYUTRADARAAN
Berikut
adalah hal – hal yang harus diperhatikan
oleh seorang sutradara :
- Mempelajari Naskah yang akan dipentaskan.
- Memilih actor.
- Membayangkan set panggung, dan lighting yang kemudian dikoordinasikan dengan job lighting dan set panggung.
- Disiplin dalam menentukan kebijakan acting.
- Berani mengambil sikap terhadap actor yang diempunya bila mana ada kekurangan yang menurut kehendak sutradara.
- Mampu memahami karakteristik actor, sehingga tidal salah pilih peran.
- Siap bertanggung jawab dari mulai pra pementasan hingga pementasan dimulai.
G.
KEAKTORAN
Dalam bidang keaktoran akan lebih singkat
lagi kaitannya denga pementasan teater adalah memperhatikan dua hal yaitu :
Mempelajari karakteristik tokoh yang diperankan.
Pendalaman materi naskah.
H. SETTING
Arti setting
Setting adalah aktifitas mengatur kebutuhan panggung pertunjukan. Untuk
dapat memahami set panggung, hal ini harus selalu berkoordinasi dengan
sutradara yang nantinya akan menentukan set panggung.
Tujuan Setting
Setiap ada job discriptions sudah barang tentu memiliki tujuan yang
pasti, adapun tujuan dan tugas set panggung adalah :
·
Meringankan kinerja Sutraadara.
·
Membuat dan menata panggung yang diinginkan oleh
sutrada.
·
Berkoordinasi dengan sutradara.
LIGHTING
Lighting
adalah aktifitas kerja yang bertugas menata lampu panggung. Bagi piñata lampu
paling tidak harus memahami karakteristik warna karena warna akan mempengaruhi
dan memperkuat karakter ktor dalam berakting. Dibawah ini sifat warna primer
sebagai dasar panduan untuk menguatkan karakter :
Merah :
untuk memperkuat karakteristik sifat marah, tegang dan ketrpurukan.
Kuning : karakteristik stagnan. Santai
Biru : karakteristik sifat
kedamaian.
Adapun untuk
lampu dim biasanya digunakan untuk perubahan waktu siang dan malam.
adapun dalam perangkat produksi yang harus diperhatikan adalah :
- Perangkat primer :
- Naskah
- Sutradara
Perangkat sekunder :
- Aktor
- Lighting
- Setting panggung
- Musik pengantar
- Make up
- Kostum
CONTOH
NASKAH
Karya : Oka Kaokab
ANTARA
AKU, TUHAN DAN DOSA
Vertikal
and horizontal tragedi
Akibat
berhutang nafas
Sebuah
konsep o l a
h r a s a yang dituangkan m e l a
l u I m e d I a c e r
I t a antara
perang batin dan pemberontakan terhadap diri sendiri yang diilhami dari cerita
kehidupan yang sering terjadi, baik dari sisi social masyarakat, dogma, religi,
yang bermuara pada tanggungjawab akan hablum minannas dan hablum min Allah.
Hal
ini dimulai dari fenomena social, yang kemudian beranjak pada pergolakan perang
batin pada diri sendiri dan di ahiri dengan kensep hutang nafas kepada sang
pencipta menuju perenungan diri, menuju kedamaian sehingga lepas dari masalah
dan tak ada beban sama sekali dengan menemukan satu titik kedamaian yang
sempurna.
Selamat datang dalam dunia penuh intrik. Duniaku, duniamu, dunia kita
bersama, dalam nuansa mendung hitam dalam dekapan langit kehidupan, alam dan
Tuhan. Tentang tanggung jawab social kemasyarakatan yang selalu tertindas oleh
kebijakan birokrasi, keangkuhan sikaya, dan kebuasan teknologi yang diciptakan
manusia.
Selamat datang dalam ceritaku, certa berbasis warna kelabu, dan tanpa
henti diwarnai dengan acrobat-akrobat keanehan yang diiringi oleh ratusan ribu
kelompok setan perayu dan jin dengan ratusan alat tipu muslihatnya.
Dan yang terahir, selamat datang dalam perenungan manusia mencari rasa
kedamaian, yah…… kedamaian disisi Tuhan, manusia dan alam dan dalam satu tujuan
inti, yaitu meraih nobel sorga yang telah dijanjikan olehNya.
Scane 1
Set panggung
diisi 6 orang, yaitu A,B,C,D,,F.Z dengan bentuk melingkarI f
A: Karakter
seorang penyanyi
B: Karakter
seorang anak gelandangan
C: Karakter
seorang Ulama
D. Karakter
seorang WTS
F: Karakter
seorang Birokrat
Z: penonton
A :
(Menyanyikan lagu Dunia panggung sandiwara)(setelah selesai ia berkata ) waduh
enaknya jadi seorang penyanyi, dimanapun berada aku selalu dikerubungi oleh
fan, elu tahu nggak fan itu bukan ifan tapi penggemar, yah penggemar, dan sudah
menjadi tabiat seorang penyanyi harus senantiasa membawa sabun cuci, yah
maklumlah, kalau jalan kesana kemari, pasti banyak yang minta cium tangan, ya
apa boleh buat itu semua adalah cobaan buat seorang super star, senantiasa cuci
tanga.
F :
Memang aku senantiasa cuci tangan, ketika aku disibukan dengan masyarakat yang
demo, yah maklum, sebagai pejabat selalu dikerubungi dengan persoalan
pembangunan, dan bagi saya demo dari para mahasiswa ataupun masyarakat itu
seperti halnya akumendengarkan radio, urusan keamanan itukan polisi, bukan aku,
dan aku tahu mereka-mereka yang gembar-gembir di jalan tidak lain hanya bicara
masalah kelaparan, (menirukan orang yang kelaparan) "pak tolong kami, kami
hanya orang buangan, kami lapar"
B :
Benar pak, kami lapar, dua hari kami tidak makan, ya tuhan, mungkinkan hal
seperti ini telah engkau gariskan kepada kami, dan kapankah aku dapat menikmati
kebahagiaan yang aku dambakan, tuhan beikan kesempatan menikmati kebahagiaan
seperti orang-orang yang berdasi, haruskah aku menikmati selamanya status
gelandangan, yang hanya dipandang sebagai sampah dimata mereka, tuhan terkadang
aku berpikir, apakah aku menjauh dari hukumMu, sehingga engkau melaknatku
C :
Laknat bagi mereka yang tidak ber amal, sudah lama aku mendapat julukan sebagai
kiai, yah mungkin karena kecenderungannya aku sering membaca kitab kunig,
mungkin juga dulu ketika aku sering membaca kitab biru mungkin aku akan dikasih
julukan gigolo, atau kalau perempuan WTS. Yang kerjanya menjual daging mentah
D :
Bukan daging mentah, ataupun hoby atau pula aku gila pada setipa laki-laki yang
berbulu tebal, atau mungkin karena aku pingin dijuluki kucing garong, tapi aku
menjadi seorang pekerka sek karena himpitan ekonomi, yang saat ini yanpa
bekerja aku takkan bias makan, maklum orang seperti aku selalu hidup dalam
kehangatan dan dekapan seorang hidung belang, jadi wajar saja para pejabat
butuh aku, dan itu memang sudah menjadi takdirku menjadi seeorang WTS
|
B: Miskin
C: Agama
F: kebijakan
D. terperkosa
A :
Stop, Kalian tak pantas untuk mengatakan itu, karena itu salah, dan saya kira
kiai, pejabat, gelandangan dan wts tak pantas bernyanyi, yang pantas adalah
aku, dan yang jelas menurut pengarangnya anda salah mengucapkan, seharusnya
Agama terperkosa, miskin kebijakan, bukan miskin agama, kebijakan terperkosa,
(kemudian diam)
Z :
Pernah kah kita merasakan betapa alam ini telah berubah dari fungsinya, hal ini
tidak lain akibat dari ulah kita bersama, yah, ulah manusia, yang selalu dan
selalu bercumbu dengan nafsu, sehingga tatanan alam dan social kemanusiaan tak
sedap dipandang mata bagaikan memandang kotoran kerbau yang tercecer didepan
pelataran rumah kita..
Kebisuan hati untuk bertindak tatkala melihat kaum miskin sedang tidak
berdaya dalam meraih kehidupan didunia seolah tidak dapat disembuahkan bak
penyakit aid yang katanya mematikan.
Mari kitamulai beertamasya hati dengan cerita dibawah ini
Kebutaan mata telanjang untuk bertindak
tatkala melihat rintihan anak-anak jalanan yang berselimut debu dan beralaskan
aspal hitam, seolah telah tertutup oleh pangkat dan kedudukan serta limpahan
harta dari sikaya, dalam rintihannya ia bersuara :
"
(*)tolong tolong, tolong selamatkan kami,
selamatkan kami, tolong tolong,haruskah kami yang selalu dan selalu terkapar
dan hidup dalam bahasa kesusahan, haruskah aku yang selalu mengalaminya,
mungkinkah ini semua adalah siksaan bagiku atau mungkin sebuah cobaan, kalau
ini sebuah cobaan, kapankah waktu aku harus mengahiri derita yang
berkepanjangan ini (sambil menangis dan menggaruk ramutny seolah utus
asa)" dengan rintihannya yang mengajak bulu roman berdiri"
Oh satu lukisan yang tergambar diatas kaffan
kotor, selanjutnya apa yang harus kita lakuka ketika melihat jerit – jerit
kesakitan dari ribuan penderita busung lapar ia hanya dapat berdendang denganan
menabuh perutnya yang kosong sehingga berbunyi nyaring :
"(**)oh
Tuhan lebih baik aku mati dari pada kau
berikan siksaan duni seperti ini, tuhan kami lapar, Tuhan aku tak mampu lagi
menanggung hidup seperti ini, adakah siksaan yang lebih ringan dari ini
sehingga aku siap untuk hidup berlama lama didunia sampai aku menemukan
pengabdian yang sempurna kepadaMu, (sambil menggorek-gorek sampah) mungkinkah
mereka mereka yang dikaruniai kehidupan yang makmur telinganya telah tersumbat
dengan kebahagiaannya, atau mungkin karena kesombongannya ataukah mungkin
karena mereka telah mengganggap orang yang seperti aku ini adalah sampah yang
hanya mengotori mata mereka, oh tuhan batin ini sera mau berontak, berontak dan
berontak, tuhan, kepad siapa lagi aku harus mengadu, dengan siapa lagi aku
harus bercengkrama ……., aku sudah tidak tahan dengan kenyataan yang seperti ini"
Dan yang lebih parah lagi tatkala telinga
kita disibukkan dengan tangisan anak-anak yang merengek minta sesuap nasi
ditiap bak sampah trotoar, haruskah kita tinggal diam,
"bapak, ibu, anakmu lapar, lapar"
dengan berpose orang menggigil , lalu apa
yang harus kita lalukan?
Mari kita bertamasnya diarea lokasi yang
lain, dalam dimensi lain dan dalam dampak yang lain.
Pernahkan kalia melihat efek pembangunan yang
tidak berpihak pada lingkungan, sebenarnya banyak sekali sehingga tak mampu
anda hitung menggunakan jari jari yang jumlahnya hanya sepuluh, pembanguan PLTN
di Jepara, pernahkan anda membayangkan betapa mengerikan ketika kebocoran
terjadi, dan disini manusia takberdosa dijadikan tumbalnya, banyak bayi-bayi
yang lahir tidak sempurna, banyak terjadi timbulnya penyakit kulit, dan yang
lebih parah lagi banyak peluag kerja sebagai tenaga penggali kubur. Iya benar
banyak peluag kerja sebagai penggali kubur, dan banyak pula peluang untuk untuk
ibu ibu sang penjual bunga, dan banyak pula peluang kerja bagi produk kain
penghapus air mata, karena satu. Karena satu,
hal, membangun tanpa pertimbangan azas dapak.
Mari kita bertamasya lagi dalam konsep
pementasan drama tragedy yang tak kunjung ahir di sidoharjo dengan begron
lapindonya, yang saat ini telah menjadi danau, danau yang baah dengan tetesan
airmata rakyat, danau yang didalamnya adalah eko sisten perabot rumah tangga,
bukan ekosisten ikan atapun yang lain, danau yang bergambar drakula yang
mengerikan dan siap menerka dikala setiap insan melihatnya, danau yang memiliki
suara panggilan untuk mati.
dan pernahkah kalian melihat kebuasan senapan senapan liar yang menembus
dada manusia tak bersalah, di Irak, libanon, dan yang tidak kalah lagi di negri
ini.dan yang pasti memanggil dajjal untuk sesegera lahir dimuka bumi ini,
ataukah mungkin ini adalah salah satu fase awal dajjal mengerahkan pasukan
untuk mengguncang dunia?
Apakah tsunami yang ada di aceh kemudian menjadi salah satu jawabannya?
tidak, karena tsunami juga bagian kisah dalam lembar duka.
apakah gempa yang ada dijogja juga sebagai jawabanya?. Bias benar – bisa
tidak. Karena itu juga salah satu bagian adegan yang ada dalam naskah parade
fose kematian tragis. Aku merasakan getaran-getaran bumi yang sedang meneri dan
tertawa akibat geli adanya permasalahan.
Haruskah setelah kita beranjak bertamasya hanya bisa bercerita
kapada anak cucu kita selayaknya orang mendongengkan dikala anaknya mau tidur,
atau mungkin rasa iba bangkit dalam diri, wah kalau masalah itu tergantung kadar
kesucian nurani tergantung kadar kelenturan hati insan masing masing. kesucian
dan kelenturan hati, kesucian dan kelenturan hati, kesucian dan kelenturan hati
kita masing masing.
Yah antar sesama mahluk Tuhan,
Scan 2
A :
Nah bagi saya hidup adapah lagu, dan musik adalah mafasku, jadi didunia ini
tanpa musik sama halnya manusia tak berbaju, hidup tanpa musik sama halnya
makan tanpa minum, dan bagiku urusan social dan tuhan itu urusannya pra kiai,
bukan urusanku, sama sekali bukan urusanku. Yah banyaknya para gelandangan
mungkin juga karena mereka malas untuk bekerja, atau mungkin banyaknya bangunan
seperti PLTN mungkin juga karena demi mengentaskan kemiskinan, dan mungkin juga
bnanyaknya psk juga karena mereka hiper
sex, yah, paling enak kerja, kerja seperti saya seorang penyanyi tenar. Dan yang
terahir, mungkin karena kebanyakan amplop dari mereka-mereka yang butuh do'a
sehingga para kiai tidak lagi menjadi kuda dihadapan tuhan
C :
Permasalahannya bukan karena anda seorang penyanyi, tapi ini masalah urusan
kita sebagai mahluk yang diciptakan, dengan kata lain kalian harus mentaati
aturan kehidupan, dan urusan pemerintah, social, itu urusan duniawi, semua
tidak bias disalahkan begitu saja, tolong jangan kau unkit masalah tuhan lagi,
karena aku yang lebih tahu tentang itu.
A :
Hai jangan sok tahu, oke kamu adalah seorang kiai, namun belum tentu kau yang
paling dekat pada sorga, jangan – jangan kau adalah korban kyai karbitan dari
televise, atau mungkin kau telah terlanjur di sebut kyai, dalam kata lain,
belum tentu dalam kehidupan sehari-hari aktifitasmu diilhami dengan hukum dan
tata aturan Islam. Dan dalam kitab perjanjian baru telah ditegaskan bahwa
"Semua omanusia adalah orang berdosa" kalau gak percaya buka Syrat
paulus kepada jemaat di roma. Halaman 192.
Missesserenobis
F :
Kau Benar, nyatanya, kaum yang ber sorban malah ada yang sering perang mulut
ketika berbicara tentang pangkat dan jabatan, nyatanya, banyak sekali dari
partai politik yang saling hamtam kanan, hantam kiri, dan tidak lain kebanyakan
mereka yang memiliki title kyai.
C :
Keras kepala, kau seharusnya sudah masuk penjara akibat penggelapan uang, dan
proposal yang pembangunan yang yantanya tidak ada sejengkal bangunanpun yang
berdiri, dank au tak perlu campuri arusan masalah agama,mungkinkah ita selalu
membahas ketentuan tuan kita masing masing, tanpa melakukannya dalam kehidupan
sehari hari
Koor C A F :
Egois, kalian Maunya menang sendiri
B :
Tolong jangan selalu berbicara dan bicara, pikirkan perut orang orang seperti
kami, bicara tidak menghasilkan suatu makanan apapun, bicara akan menghabiskan
energi, kalau kalian terus bicara kspsn ksmi mendapat jatah makana?
Ngomong-omong masalah doa, bukalah kita perjanjian baru matius 5,dan 6, dan bagi kiai, pernahkan kalian
dalam kitab fiqh telah tertulis dalam bab zakat, dan tentunya terhusus buat
bapakku yang berdasi, pernahkah kalian mengilhami dasar PANCASILA, dari awal
sampai ahir, dan yang terpentingsila kelima
Koor :
Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
C :
tak ada jaminan, ketika kalian hanya setengah dalam mencari fitrah tuhan
B :
Keadilam untuk pejabat saja
D :
Keadilan buat kaum laki-laki dan buaya darat
A :
Keadilan tercipta dari nuansa musik yang damai
F :
Kadilan buat orang yang berkedudukan tinggi
C :
itu yang aku maksud kalian tidak tulus kebali kepada tuhan, selalu dan selalu
membahas hal yang tidak seharusnya dikaji disini
F :
dan kau (menunjuk kepada geladangan) Dasar gelandangan, yang dipikir urusan
makan, bukanya bagaimana mencari uang, seharusnya orang-orang seperti kalian
bekerja
D :
walau seperti aku, menjual barang karunia tuhan, walau para kiai membenciku,
yah bukan sekedar mendapat uang, tapi aku juga ikut merasakannnya.
C :
Kalian semua seharusnya sudah saatnya kembali ke hukum tuhan
Koor ABDF :
kalau saat ini kami kembali pada hokum tuhan, apa jaminan dari kau
C :
tak ada jaminan, ketika kalian hanya setengah dalam mencari fitrah tuhan
B :
apa aku akan dapat makan
D :
apa aku tidak lagi menjadi WTA
A :
Apa aku akan memnaji penyanyi abadi kelak di sorga
F :
apa aku akan mendapat kedudukan yang tinggi
C :
itu yang aku maksud kalian tidak tulus kebali kepada tuhan,
Koor ABDF :
Lantas, apa yang harus kami laksanakan
C :
dimanapun konsep taubat dimulai dengan
keiklasan, tanpa pamrih, tanpa alas an, ingat ini hanya patuah, bukan ajakan,
kebijakan ada pada hati kalian masing-masing. Karma aku yakin setipa mausia
dalam setiap nafasnya akan dipertanggung jawabkan kelak disana.
Z :
Mari kita tamasya terhadap ruang vertical.Pernahkan kita merasakan kemurungan
dimuka bumi ini adalah akibat dan perbuatan kita sendiri, akibat pikiran batu
kita masing masing, akibat kekolotan kita yang senantiasa tergambar dalam
kehidupan sehari-hari, perlu kita sadari bahwasannya kemurungan dunia itu
adalah akibat ulah kita sendiri karena Tuhan telah memberika gambaran dalam
kitab suciNya bahwa kerusakan didarat dan di laut adalah akibat ulah manusia
itu sendiri walaupun dulu tuhan telah memberikan amanat kepada manusia untuk
menjaganya, apakah ini karena salah pilihnya Tuhan memberikan mandat, yang
jelas bukan, karena itu semata keangkuhan yang ada pada diri manusi.
Ketika
sang mentari muncul dengan riangnya
Manusia
beranjak dari keterlentangannya
Membuka
mata, menghirup udara
Ketika
itu pula manusia mulai menciptakan hutang, ya hutang awal terhadap tuhan,
Meminjam
udara untuk bernafas.
Dan
tentunya hutang harus dibayar.
Sebuah
masalah awal manusia menghadapi sebuah permasalahan,
Dan
sebagai timbale baliknya
Manusia
memiliki tanggungan Hablumminannas, hablumminallah
Aku
yakin, Tuhan tidak menjual nafas,
Karma
tuhan tidak membutuuhkan itu,
Yang
butuh adalah manusia,
Karena
setiap manusia yang menginginkan nobel sorga,
Harus
melalui panggung sandiwara dunia.
Tapi
ini adalah awal manusia menemukan sebuah tantangan hidup,
Yah
sebuah masalah yang mana manusia harus menemukan solusinya
Masalah
yang paling kecil, iya "menebus udara yang ia hembus".
Dirasakan
atau tidak, namun ini adalah realita
Percaya
atau tidak, tergantung keyakinan setiap manusia!
Beranjak
manusia bangkit dari tidurnya,
Terlihatlah
ciptaan tuhan yang lain,
Baik
barang mati ataupun hidup
Dan
inilah salah satu wujud awal rasa sayang Tuhan memberikan jalan,
Jalan
menebus hutang
Disinilah
Awal manusia menebarkan warna hidup
Hitam
putihnya tergantung nuraninya,
Kullu mauludin yuuladu a'lal fitroh, bahwasannya setiap manusia
yang dilahirkan dimuka bumi semuanya dalam keadaan suci, aku sangat percaya dan
yakin sebagaimana aku menyakini bahwa bumi itu bulat, sebagaimana kita
menyakini bahawa ibu kita wanita (tertawa) karena disaat itu pulalah ia lahir
dalam keadaan menangis, menangis akan ketakutan untuk mampu atau tidak dalam
menebus hutang nafas yang berimbas pada tanggungjawab tabiat insan terhadap
Tuhan dan tehadap manusia. dan kemudian manusia dalam menebusnya mengunakan
cara yang beraneka ragam coraknya sebagaimana pelangi yang tercipta dengan
berbagai warna, dan kayaknya pelangi kali ini cenderung berwarna hitam kelam,
ada yang menebusnya dengan kebijakan akal sehatnya, bekerja dan bekerja, dan
ada kalanya menebus dengan cara yang picik, yah dengan akal piciknya, yang
tentunya merugikan oang lain yang ada disampingnya. Korupsi, nepotisme,
pembunuhan, pemerkosaan yang semua itu hanya untuk menebus hutang kecil yang
selama ini tidak dirasakan oleh otak manusi., yah…. hutang menebus udara yang
keluar masuk tubuh.
Apalah artinya beragama, tatkala hembusan masalah hutang nafas diabaikan
bak kita melupakan berapa jumlah nasi yang telah masuk dalam perut kita,
pernahkan kita merasakan bahwasannya agama adalah pakaian alias ageman,
jangan kau banggakan diri dengan baju kalian masing-masing, (tertawa) dalam
jembatan kehidupan yang terlihat adalah dua unsur tanggung jawab, terhadap
Tuhan dan terhadap manusia dan alam sekitarnya.
Areal panggung pertunjukan yang paling luas ini adalah bumi, dan kita
semua adalah aktor. Yah … actor yang berperan didalamnya, dapatkah kita rasakan
hal ini, tragedy yang membuat manusia yang berakting berusaha mengahiri kontrak
pinjaman nafas kepada Tuhan, atau percintaan yang telah membuat manusia
terhanyut ingin hidup lama dalam panggung sandiwara ini sementara melupakan
pinjaman hutang nafas, atau mungkin stagnasi dan acuh terhadap hidup yang
diakibatkan bingung karena himpitan masalah, itu semua bagian dari adegan
hidup. Dan tentunya ada sutradara yang memainkannya.
Dan untuk pementasan selanjutnya adalah pementasan jahiliyah akan muncul
lagi, disadarai atau tidak, percaya atau tidak, bahwa Tuhan menciptakan
pementasan di muka bumi ini hanya tiga pementasan, Massa jahiliyah yang tak
kenal moralitas, mangsa kebebasan, dan kembali lagi pada masngsa jahil, dan
setelah itu buku catatan pementasan dimuka bumi ditutup. Dan kita dalam massa
ahir massa kebebasan, dan dengan kata lain kita akan mulai menuju pementasan
yang ketiga yah,,, pementasana ketiga, pementasan jahiliyah kembali.
Dulu ketika mangsa jahil berubah menjadi mangsa kebebasan dengan
datangnya nabi Muhammad yang memberikan kedamaian hati, dengan adany Al Furqon,
dan kini dalam tahap ahir mangsa kebebasanpun Al Furqon mulai terhapus,
bagaimana tidak, akidah hukum telah hilang, pembunuhan, pemerkosaan, perbudakan
terhadap kaum miskin telah tercipta dan berkembang denga subur, dulu ketika
mangsa jahil berubah menjadi mangsa kebebasan diperoleh dengan kemenangan
berperang melawan kedzaliman, dan kini dalam tahap ahir mangsa kebebasanpun
diahiri dengan peperangan yang dimenangkan oleh kedzaliman, dulu ketika mangsa
jahil berubah menjadi mangsa kebebasan diawali dengan penalaran manusia yang
berjiwa kemanusiaan, menuntaskan ketidak berdayaan kaum nista, dan kini dalam
tahap ahir mangsa kebebasanpun diahiri dengan pemberdayaan kaum nista.
Jadi pada detik detik ini kita tidak menyadarinya, bahwasannya
detik-detik ini adalah detik menuju massa berikutnya, detik dimana kita harus
menghadapi jawaban-jawaban dari tuhan, detik deti dimana kita harus merelakan
nyawa kita semua, yah bukan paksaan tuhan tapi ini adalah kehendakNya,
bersip-siaplah kita semua, karma akan dating, kalau kali ini kita dilihatkan
dengan satu mata indra penglihatan kita dari setiap fenomena yang terjadi
dimuka bumi ini baik banjir maupun tanah logsor, besok kita akan didengarkan
suara yang dasyat dengan gendang telinga yang tak mampu menahan suara itu,
hidung kita hanya dapat mencium bau anyir darah, lidah kita hanya dapat
merasakan air ludah kita sendiri, dan rasa kita hanya dapat merasakan panasnya
kemarahan ………………………!!!!!(diam tertunduk selama 2 menit)
(Terawa) Ah, itu hanya bualan saya, yang selalu terhanyut dalam
dubur-dubur masalah, dan yang perlu aku kabarkan kepada anda semua, pernahkah
kita menemukan sejatinya kedamaian? Apakah kedamaian sejati didapatkan tatkala
himpitan masalah hutang anda terhadap tetangga, atau kedamaian sejati
didapatkan tatkala buah hati telah lahir dengan sempurna, atau kademaian sejati didapatkan ketika telah diterima
ungkapan cinta oleh seorang wanita atau sebaliknya, atau kedamaian sejati
didapatkan dan rasakan ketika telah sembuh dari penyakit, atau pulakah
kedamaian sejati telah didapatkan ketika mendapatkan nilai yang tinggi atau
trophy dalam sebuah perlombaan, sama sekali bukan, sama sekali bukan, karena
semua itu adalah kedamaian semu yang sesekali singgah sesekali pergi dari batin
anda, nah kedamaian sejati yeng lepas dari ribuan masalah adalah ketika jatah
waktu pentas di bumi telah usai.
Dan karena aku adalah actor yang berakting sebagai penonton hanya bisa
memnonton, bukan actor agamawan ataupun konglomerat atau pula actor pemimpin,
hanya ada lontaraan kata yang ingin kutanyakan kepada kita semua yang keluar
dalam bacotanku yang paling ahir, karena lidahku tak bertulang aku belum tahu
cara mengeja kata "sebelum jatah hidup usai, apa yang harus kita
lakukan?" karena satu prinsip kedamaian hidup bahwasannya "yang
sudah biarlah terjadi, yang sedang terjadi jalankan dengan apa adanya dan yang
belum terjadi adalah sebuah kegelapan yang kita semua tidak tau dan hanya dapat
merabanya, sekali lagi tolong ajarkan aku mengeja kata itu, tolong, tolong, dan
tolong.kepda pemimpinku, kepada saudaraku yang kaya, kepada guru agamaku,
kepada semuanya, tolong ajarkan aku?
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar