Sabtu, 01 Agustus 2015

PANDUAN TEATER



MEDITASI …………………………………………………………
PERNAFASAN ………………………………………………………
OLAH GERAK  ……………………………………………………..
OLAH VOKAL ………………………………………………………
MANAGEMENT PEMENTASAN ……………………………………….
PENYUTRADARAAN ………………………………………………..
KEAKTORAN ………………………………………………………
SETTING …………………………………………………………..
LIGHTING ………………………………………………………….
COSTUM………………………………………………………….
CONTOH………………………………………………………….

A.  MEDITASI

a.  Arti Meditasi dalam penokohan
Meditasi dalam arti luas adalah upaya menemukan titik konsentrasi pada suatu focus, sedangkan meditasi dalam dunia penokohan adalah sikap konsentrasi menuju titik fokus acting yang di geluti (yang di berikan sutradara), dalam hal ini para actor/actris harus konsentrasi dengan peran yang dituntut oleh sutradara dalam sebuah penggarapan suatu naskah.
Banyak para actor yang terkadang berperan dengan tidak sempurna (fersi sutradara) hal ini diakibatkan penggalian karakter melalui meditasi tidak sempurna, untuk itu ada beberapa hal yang akan mendorong para actor/artis dalam ranah meditasi, berikut ini adalah langkah praktis dalam meditasi untuk menuju kesempurnaan dalam berakting.
Sebelum melakukan meditasi, terlebih dahulu kita mengetahui tujuan meditasi dalam penokohan, diantaranya :

·         Menemukan titik focus jatah peran yang diberikan oleh sutradara.
·         Menemukan titik ketenangan dalam mendalami peran.
·         Meningkatkan kesempurnaan dalam memahami karakter peran yang ti berikan sutradara.
·         Membuka dunia khayal (bayangan) dalam penokohan.

Ketika kita telah mengetahui maksud dan tujuan bermeditasi dalm penokohan, maka langkah selanjutnya adalah langkahlangkah apa yang ditempuh ketika kita melakukan meditasi, berikut ini ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam bermeditasi :
1.      Konsentrasi pandangan pada satu titik focus, adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
·         Sikap tubuh rilex (sesuai keinginan anda)
·         Pandangan mata menuju titik suatu benda yang ada didepan anda.
·         Memejamkan mata dengan pelan pelan.
·         Setelah memejamkan mata, ingat-ingat focus pandangan anda disaat mata anda terbuka, dalam suatu cotoh, ketika mata anda masih terbuka, anda memusatkan pandangannya pada sebuah meja, maka ketika anda menutup mata, anda harus dapat membayangkan meja tersebut, dari segi warna, bentuk, hingga kalau mungkin mampu  ke taraf bau suatu benda tersebut.
2.      Setelah langkah pertama anda lalui kemudian menuju langkah selanjutnya, adapun langkah selanjutnya adalah, hilangkan focus pandangan anda hingga seolah-olah hilang dari pikiran anda, contoh; ketika pandangan awal anda adalah kursi, maka untuk langkah kedua anda dituntut untuk menghilangkan gambar/bntuk kursi tersebut, hingga seolah olah bentuk itu tidak ada dalam pandangan hati dan pikiran anda.
3.      Adapun langkah selanjutnya adalah menggerakkan indra anda (Pendengar, peraba) dengan cara mencoba mendengarkan suara suara yang ada pada sekitar anda, baik suara hewan maupun suara benda benda yang terdengar disekeliling anda. Adapun tingkat keberhasilan dalam taraf ini dengan cirri-ciri sebagai berikut :
    • Dapat mendengar bauan suara – suara yang terdengar disekelilig anda, dari arah mana, dan jauh dekatnya suatu benda.
    • Dapat mengetahui suara itu keluar dari hewan, atau manusia ataupula gesekan suatu benda.
Kemudian setelah indra pendengar kita telah kita uji, langkah selanjutnya kita menguji ketajaman indra peraba, dalam hal ini adalah kulit, adapun cara melakukannya adalah dengan cara merasakan hembusan-hembusan angina yang menerpa tubuh anda, sehingga anda dapat membayangkan bagaimana intonasi angina yang mengalir dan menyentuh tubuh anda, serta dari mana arah angina itu menyentuk kulit anda.
Adapun tujuan langkah ketiga ini adalah melatih ketajaman rasa, melalui kedua indra kita. Adapun tujuan yang lebih dalam lagi hubungannya dengan vertical bagaimana kita dapat merasakan kenikmatan Allah dengan diberikannya udara sehingga kita dapat bernafas dan hidup didunia dan dapat mendengarkan benda-benda yang terdengar di sekeliling kita, karena tanpa tuhan memberikan indra pendengar, kita tidak dapat mendengarkan nuansa dunia, dan itu sangat hampa sekali bagi kita yang tidak dapat mendengar suara apapun.
4.      Langkah yang ke-Empat adalah perenungan diri, dalam perenungan diri ini, anda diharapkan berpikir pada hal yang sedih/pilu, dengan tujuan agar anda lebih dekat lagi dengan hal yang disebut pasrah, pasrah dengan segala bentuk raga maupun pikiran.
5.      lankah yang ke-Lima adalah mengosongkan pikiran anda, adapun maksud poin yang kelima ini adalah sikap pasrah anda dari iten empat diatas sehingga anda malu pada diri anda sendiri, sehingga pada titik klimaknya anda bingung dan pikiran menjadi kosong.
6.      Langkah ke-Enam adalah memasukkan jatah peran yang dituntut oleh sutradara. Contoh, nama anda adalah suparman, dalan penggarapan sebuah naskah anda dituntut oleh sutradara menjadi siti (Banci) maka langkah ke-Enam ini anda dituntut untuk mendalami seorang siti (banci), dari tinkah lakunya, logat bicara berak tubuhnya, komunikasi denga lawan bicara seperti apa.
7.      langkah ketujuh adalah langkah menuju perubahan, langkah ini anda harus yakin bahwa sannya adan adalah orang yang dituntut dalam naskah tersebut, contoh: nama anda adalah parman, sedangkan jatah peran anda  menjadi seorang banci yang bernama siti, maka anda harus yakin bahwa anda adalah siti, bukan parman lagi.hal ini diangan-angankan dan dimasukkan didalam pikiran anda.
8.      Penajaman, dalam massa penajaman, anda akan dibantu dengan pernafasan setelah langkah ketujuh tersebut sudah dilakukan, dengan pernafasan dan hentakan suara sekeras mungkin sebagai wujud keyakinan anda dengan peran tersebut. Adapun alas an hentakan yang keras tersebut seperti halnya anda yakin dengan tantangan apa yang sedang anda hadapi dan mampu. Dalam fase ini mata anda masih tetap tepejam.
9.      Membuka mata, dalam proses membuka mata harus dengan pelan-pelan, karena dalam proses membuka mata anda diharapkan membayangkan dunia baru, dunia peran anda.dan siap memerankannya.
10.  Meditasi selesai.


  1. Kapan Kita Melakukan Meditasi ?
Setelah kita dapat memahami dan tatacara meditasi penokohan maka kita harus tahu kapan kita melakukan meditasi, adapun penempatan meditasi ada dua kali, yaitu awal dan ahir latihan.
Ada sebuah kejadian yang terkadang menimpa seorang actor/artis, yaitu melakukan meditasi hanya pada awalnya saja, padahal jatah peran yang ia geluti adalah orang gila, ketika ia melakukan meditasi ia menemukan titik klimak karakter yang ia pelajari, kemudian ia melakukan latihan yang diintruksikan oleh sutradara, kemudian seelah latihan ia tidak melakukan meditasi lagi, sehingga karakter orang gila masih dalam baying pikirannya, hal ini teradang bias dibilang fatal, untuk itu diharapkan bagi para actor ataupun aktris untuk melakukan meditasi di awal dan diahir latihan walaupun hal ini tidak diwajibkan namun tergantung porsi latihan yang dituntut oleh sutradara ataupun pelatih teater.




B.  PERNAFASAN

a.  Fungsi Pernafasan.
Pernafasan dalam dunia keteateran diperlukan dan sangat penting diperhatikan, karena pengaruh besar terhadap kondisi fisik sang actor.
Banyak sekali kejadian yang tidak di inginkan oleh seorang sutradara dalam sebuah penggarapan naskah diakibatkan pernafasan tidak dijaga oleh aktornya, untuk itu dalam penggarapan naskah kita perlu memperhatikan dan mengatur pernafasan dengan baik.
b.   Macam Pernafasan.
1.  Pernafasan Dada
Adapun ciri Pernafasan dada adalah ketika kita memasukkan udara kedalam tubuh kita, maka bagian dada yang membengkak, begitu pula sebaliknya, ketika mengeluarkan udara bagian dada anda mengempis (mengecil).
2.   Pernafasan Perut
Adapun ciri-ciri Pernafasan Perut adalah sebagai berikut : Ketika udara masuk kedalam tbuh anda, maka bagian tubuh anda yang mebengkak adalah perut, bukan dada, demikian pula sebaliknya, ketika udara keluar, maka perut mengerut (mengecil) pernafasan perut yang biasa dilakukan oleh manusia ialah ketia dalam keadaan tidur (terlentang).
3.   Pernafasan Diafragma.
Pernafasan ini hanya sebuah istilah karena udara yang masuk dan tersimpan dibelakang perut (bagian diafragma) hal ini dilakukan ketika kita menekan udara sedalam dalamnya dengan kapasitas tenaga yang ekstra, yang ahirnya posisi bagian diafragma membengkak (membesar).

c.   Keuntungan Menggunakan Pernafasan Perut.
Dalam dunia keteateran biasanya menggunakan pernafasan perut, karena dengan pernafasan perut ada keuntungan-keuntungan yang akan didapat, sama halnya yang dilakukan para vokalis musik, yaitu diantaranya :
·         Dapat menyimpan lebih banyak udara yang masuk, karena kapasitasnya lebih lebar daripada dada yang terhalang tulang iga.
·         Lebih mudah mengatur pengeluaran udara sedikit demi sedikit, sehingga kekuatannya lebih lama.
·         Tidak terlalu banayk mengeluarkan kalori banyak sehingga tidak mudah lelah. dll

C. OLAH GERAK

Olah gerak dalam dunia teater sangan penting, dalam kaitannya membentuk dan menguatkan karakter yang diperankan, berikut ini ada beberapa tujuan dalam olah gerak :
1.      Membentuk karakter dalam sebuah pentas
2.      Membentuk stamina tubuh yang kuat dan tangkas
3.      Menciptakan nuansa gerak yang memiliki missi tertentu yang dituntut dalam naskah.
Adapun caranya sebagai berikut :
1.      Berolahraga (senam).
Dalam ber olah Raga, seorang actor dituntut untuk memikiki kelenturan tubuh, untuk itu seluruh bagian tubuh harus sering dilatihnya (Kaki, Pinggang, Perut, Dada, Tangan, Pergelangan tangan, pinggul, leher, kepala, mata, pipi, mulut, lutut dll).
2.   Mengkombinasikan gerak dengan isi naskah yang akan dipentaskan.
Adapun maksud mengkombinasikan dengan naskah dalam arti seorang actor harus pandai-pandai menciptakan dan mengilhami serta mengkolaboasikan antara penciptaan gerak dan tuntutan yang ada pada naskah, karena hal ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pementasan.
Adapun husus untuk wilayah kepala ada bagian tertentu yang memang harus diperhatikan, yaitu  bagian mata, bibir dan bagian pipi. Untuk bagian mata, seorang actor harus sering melakukan olah gerak mata dengancara melatih melirik kekanan dan kekiri, keatas dank e bawah,sedang untuk keseluruhan bagian wakah, diharapkan seorang actor harus mampu minimal memiliki Empat (4) karakteriskit wajah yaitu :
a. susah / sedih
b. senang / gembira
c. stagnan
d. marah


D. OLAH VOKAL

Penerapan Olah Vokal dalam sebuah pementasan juga tidak kalah pentngnya dengan yang lain, dalam beberap maksud dan tujuan yaitu Membentuk intonasi suara dalam pementasan. Adapiun langkah latihan yang harus ditempuh dengan tujuan diatas adalah sebagai berikut :
1.       Mengeja Huruf Vokal ( A, I, U, E, O) dengan kesempurnaan huruf tersebut, dalam arti menyesuaikan dengan gerak bibir.
2.       Berlatih intonasi suara, dalam arti tinggi rendahnya suara atau keras atau pelan yang dikelaurkan, atau kejelasan suara.
3.       aaadapun hubungan antara olah vocal dan olah gerak terletak pada sisi bloking, dalam arti dimana seorang actor dalam mengeluarkan vocal tersebut diiringi dengan gerak, untuk itu ada tiga hal yang menjadi patokan dalam kombinasi ini, yaitu Vokal dulu baru gerak, gerak dulu baru vocal, atau yang ketiga keduanya dilakukan bersama-sama. Hal ini tergantung tuntutan naskah.
Untuk membentuk vocal yang baik, tangguh, dan kuat, maka harus sering dilakukan setiap hari, yang dilakukan di pagi hari.


E.      MAGEMENT PEMENTASAN

a.   Pra Pementasan (Produksi)
1.   Penggarapan Naskah.
Latihan harus memiliki target, Untuk itu ada langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penggarapan naskah (latihan).
1.      Menentukan  naskah yang akan di pentaskan.
2.      Menentukan sutradara
3.      Bedah naskah.
4.      Reading.(untuk menentukan actor)
5.      Job peran.
6.      Reading kedua.(pendalaman naskah).
7.      Reading dan gerak.
8.      Menghafal.
9.      perulangan dan improfisasi.
10.  Dokumentasi (dalam kaitannya publikasi)
11.  Kolaborasi (penggabungan) dengan artistic, dan musik pengiring.
12.  gladi bersih, dalam gladi bersih, actor harus sudah lengkap dalam hal kostum, set panggung, lighting dll selayaknya dalam pementasan.
2.      Rapat Produksi.
Hal-hal yang diperbincangkan dalam rapat produksi sebagai berikut :
1.      Target Pementasa.
Target pementasan dalam arti kapan kita pentas, dinama dan berapa kali kita pentas
2.      Biaya Pementasan.
Untuk membahas biaya pementasan hal yang harus di perhatikan mulai dari proses pra produksi  (latihan, rapat produksi) biaya actor, transportasi, dokumentasi, logistic, perlengkapan.
3.      Kebutuhan logistic
Kebutuhan logistic dalm hal ini, Properties panggung, lighting,bahan publikasi, makan,make up, kostum. Serta alat penunjang lainyya.
4.      Patner kerja.
Maksud dari patner kerja dalam hal ini masalah hal hal yang bersinggungan dengan pementasan, baik birokrasi maupun instansi ataupun komunitas yang nantinya diajak kerjasama.
5.      Kompensasi pementasan.
Kompensasi pementasan dalam hal ini dimaksudkan pada sisi tariff harga pentas, yang disesuaikan dengan biaya produksi yang sebelumnya kita presdiksikan terlebih dahulu kapasitas dan mutu garapan pementasan.

3.  Disiplinan.
Hal yang tidak kalh pentinnya dalam produksi adalah Kedisiplinan, adapun disiplin dalam hal ini ada beberapa bentuk yaitu :
·         Disiplin Latihan.
·         Disiplin Waktu.
·         Disiplin Panning and Target.
·         Profesionalisme dalam penyutradaraaan (kode etik sutradara digunakan dengan semstinya).
Hal disiplin ini harus dipakai mulai daripra produksi, hingga pasca produksi.
b.      Pementasan (Produksi)
Dalam teknis pelaksanaan pementasan, ada beberapa tuntutan yang harus diperhatikan diantaranya :
1.      Ceking Tempat.
2.      Ceking Properties.
3.      Ceking Kostum.
4.      Ceking Lingghting.
5.      Ceking Crew Musik/ilustrasi.
6.      Gladi Bersih 2/3 Jam sebelum pementasan.
7.      Berdo'a.
Pada saat pementasa dimulai maka ada beberapa kode etik yang harus diperhatikan oleh actor dan crew diobelakang panggung, diantaranya :
1.      Aktor yang belum main atau yang ada di belakang panggung dan crew dibelakang panggung tidak boleh berkata ataupun bersuara selama pementasan.
2.      Aktor yang belum main atau yang ada di belakang panggung dan crew dibelakang panggung tidak boleh terlihat oleh penonton yang sedang menikmati pertunjukan.
3.      Dimer diharapkan tidak terlihat oleh audien.
4.      Onsentrasi pada teaming and jatah tempat yang sudah ditentukan oleh set panggung.
5.      Sikap totalitas dalam pementasan.
6.      Apabila ada kesalahan kata atau adegan, diharapkan dengan cepat untuk dapat mengalihkan perhatian sehingga terkesan tidak terjadi kesalahan dalam pementasan. Tau seolah-olah kesalahan tersebut memang sudah diatur dan disett oleh surtadara.
7.      Setelah ahir pementasan, atau sebelum pementasan, actor memperkenalkan diri.
8.      Setelah pementasan, diharapkan actor dilarang keluar masuk panggung, selama penonton belum meninggalkan tempat pertunjukan.
9.       dan yang terahir adalah, team di belakang panggung memberikan pengumuman kepada penonton agar dapat menikmati pertunjukan dengan tidak mengeluarkan suara (Gaduh).
10.  Ketepatan Aktor, lighting dan musik harus dijaga sesuai dengan konsep sutradara.

c.   Pasca Pementasan (Produksi)
dalam pasca pementasan yang harus diperhatikan adalah :
1.  Menata dan mengemas kembali properties panggung yang ada.
2.  Evaluasi pementasan.
·         Kritik dan otokritik terhadap actor
·         Laporan Pengeluaran Keuangan
·         Laporan Pemasukan Keuangan
·         Pendataan dokumentasi. Sebagai arsip organisasi.
3. Evaluasi program kedepan/Pementasan Berikutnya.

F.      PENYUTRADARAAN

Berikut adalah hal – hal yang harus diperhatikan  oleh seorang sutradara :
  • Mempelajari Naskah yang akan dipentaskan.
  • Memilih actor.
  • Membayangkan set panggung, dan lighting yang kemudian dikoordinasikan dengan job lighting dan set panggung.
  • Disiplin dalam menentukan kebijakan acting.
  • Berani mengambil sikap terhadap actor yang diempunya bila mana ada kekurangan yang menurut kehendak sutradara.
  • Mampu memahami karakteristik actor, sehingga tidal salah pilih peran.
  • Siap bertanggung jawab dari mulai pra pementasan hingga pementasan dimulai.
G.       KEAKTORAN
Dalam bidang keaktoran akan lebih singkat lagi kaitannya denga pementasan teater adalah memperhatikan dua hal yaitu :
Mempelajari karakteristik tokoh yang diperankan.
Pendalaman materi naskah.
H. SETTING
Arti setting
Setting adalah aktifitas mengatur kebutuhan panggung pertunjukan. Untuk dapat memahami set panggung, hal ini harus selalu berkoordinasi dengan sutradara yang nantinya akan menentukan set panggung.
Tujuan Setting
Setiap ada job discriptions sudah barang tentu memiliki tujuan yang pasti, adapun tujuan dan tugas set panggung adalah :
·         Meringankan kinerja Sutraadara.
·         Membuat dan menata panggung yang diinginkan oleh sutrada.
·         Berkoordinasi dengan sutradara.

LIGHTING
Lighting adalah aktifitas kerja yang bertugas menata lampu panggung. Bagi piñata lampu paling tidak harus memahami karakteristik warna karena warna akan mempengaruhi dan memperkuat karakter ktor dalam berakting. Dibawah ini sifat warna primer sebagai dasar panduan untuk menguatkan karakter :
Merah              : untuk memperkuat karakteristik sifat marah, tegang dan ketrpurukan.
Kuning            : karakteristik stagnan. Santai
Biru                 : karakteristik sifat kedamaian.
Adapun untuk lampu dim biasanya digunakan untuk perubahan waktu siang dan malam.  

adapun dalam perangkat produksi yang harus diperhatikan adalah :
  • Perangkat primer :
  • Naskah
  • Sutradara

Perangkat sekunder :

  • Aktor
  • Lighting
  • Setting panggung
  • Musik pengantar
  • Make up
  • Kostum

CONTOH NASKAH
Karya  : Oka Kaokab
ANTARA AKU, TUHAN DAN DOSA
Vertikal and horizontal tragedi
Akibat berhutang nafas

Sebuah konsep o l a h  r a s a yang dituangkan  m e l a l u I    m e d I a    c e r I t a antara perang batin dan pemberontakan terhadap diri sendiri yang diilhami dari cerita kehidupan yang sering terjadi, baik dari sisi social masyarakat, dogma, religi, yang bermuara pada tanggungjawab akan hablum minannas dan hablum min Allah.
Hal ini dimulai dari fenomena social, yang kemudian beranjak pada pergolakan perang batin pada diri sendiri dan di ahiri dengan kensep hutang nafas kepada sang pencipta menuju perenungan diri, menuju kedamaian sehingga lepas dari masalah dan tak ada beban sama sekali dengan menemukan satu titik kedamaian yang sempurna.


Selamat datang dalam dunia penuh intrik. Duniaku, duniamu, dunia kita bersama, dalam nuansa mendung hitam dalam dekapan langit kehidupan, alam dan Tuhan. Tentang tanggung jawab social kemasyarakatan yang selalu tertindas oleh kebijakan birokrasi, keangkuhan sikaya, dan kebuasan teknologi yang diciptakan manusia.
Selamat datang dalam ceritaku, certa berbasis warna kelabu, dan tanpa henti diwarnai dengan acrobat-akrobat keanehan yang diiringi oleh ratusan ribu kelompok setan perayu dan jin dengan ratusan alat tipu muslihatnya.
Dan yang terahir, selamat datang dalam perenungan manusia mencari rasa kedamaian, yah…… kedamaian disisi Tuhan, manusia dan alam dan dalam satu tujuan inti, yaitu meraih nobel sorga yang telah dijanjikan olehNya.

Scane 1
Set panggung diisi 6 orang, yaitu A,B,C,D,,F.Z dengan bentuk melingkarI f
A: Karakter seorang penyanyi
B: Karakter seorang anak gelandangan
C: Karakter seorang Ulama
D. Karakter seorang WTS
F: Karakter seorang Birokrat
Z: penonton

A         : (Menyanyikan lagu Dunia panggung sandiwara)(setelah selesai ia berkata ) waduh enaknya jadi seorang penyanyi, dimanapun berada aku selalu dikerubungi oleh fan, elu tahu nggak fan itu bukan ifan tapi penggemar, yah penggemar, dan sudah menjadi tabiat seorang penyanyi harus senantiasa membawa sabun cuci, yah maklumlah, kalau jalan kesana kemari, pasti banyak yang minta cium tangan, ya apa boleh buat itu semua adalah cobaan buat seorang super star, senantiasa cuci tanga.
F          : Memang aku senantiasa cuci tangan, ketika aku disibukan dengan masyarakat yang demo, yah maklum, sebagai pejabat selalu dikerubungi dengan persoalan pembangunan, dan bagi saya demo dari para mahasiswa ataupun masyarakat itu seperti halnya akumendengarkan radio, urusan keamanan itukan polisi, bukan aku, dan aku tahu mereka-mereka yang gembar-gembir di jalan tidak lain hanya bicara masalah kelaparan, (menirukan orang yang kelaparan) "pak tolong kami, kami hanya orang buangan, kami lapar"

B         : Benar pak, kami lapar, dua hari kami tidak makan, ya tuhan, mungkinkan hal seperti ini telah engkau gariskan kepada kami, dan kapankah aku dapat menikmati kebahagiaan yang aku dambakan, tuhan beikan kesempatan menikmati kebahagiaan seperti orang-orang yang berdasi, haruskah aku menikmati selamanya status gelandangan, yang hanya dipandang sebagai sampah dimata mereka, tuhan terkadang aku berpikir, apakah aku menjauh dari hukumMu, sehingga engkau melaknatku
C         : Laknat bagi mereka yang tidak ber amal, sudah lama aku mendapat julukan sebagai kiai, yah mungkin karena kecenderungannya aku sering membaca kitab kunig, mungkin juga dulu ketika aku sering membaca kitab biru mungkin aku akan dikasih julukan gigolo, atau kalau perempuan WTS. Yang kerjanya menjual daging mentah
D         : Bukan daging mentah, ataupun hoby atau pula aku gila pada setipa laki-laki yang berbulu tebal, atau mungkin karena aku pingin dijuluki kucing garong, tapi aku menjadi seorang pekerka sek karena himpitan ekonomi, yang saat ini yanpa bekerja aku takkan bias makan, maklum orang seperti aku selalu hidup dalam kehangatan dan dekapan seorang hidung belang, jadi wajar saja para pejabat butuh aku, dan itu memang sudah menjadi takdirku menjadi seeorang WTS
Diucapkan dengan bergantian dan cepat enam kali
 
B: Miskin
C: Agama
F: kebijakan
D. terperkosa


A         : Stop, Kalian tak pantas untuk mengatakan itu, karena itu salah, dan saya kira kiai, pejabat, gelandangan dan wts tak pantas bernyanyi, yang pantas adalah aku, dan yang jelas menurut pengarangnya anda salah mengucapkan, seharusnya Agama terperkosa, miskin kebijakan, bukan miskin agama, kebijakan terperkosa, (kemudian diam)
Z             : Pernah kah kita merasakan betapa alam ini telah berubah dari fungsinya, hal ini tidak lain akibat dari ulah kita bersama, yah, ulah manusia, yang selalu dan selalu bercumbu dengan nafsu, sehingga tatanan alam dan social kemanusiaan tak sedap dipandang mata bagaikan memandang kotoran kerbau yang tercecer didepan pelataran rumah kita..
Kebisuan hati untuk bertindak tatkala melihat kaum miskin sedang tidak berdaya dalam meraih kehidupan didunia seolah tidak dapat disembuahkan bak penyakit aid yang katanya mematikan.
Mari kitamulai beertamasya hati dengan cerita dibawah ini
Kebutaan mata telanjang untuk bertindak tatkala melihat rintihan anak-anak jalanan yang berselimut debu dan beralaskan aspal hitam, seolah telah tertutup oleh pangkat dan kedudukan serta limpahan harta dari sikaya, dalam rintihannya ia bersuara :
 " (*)tolong tolong, tolong selamatkan kami, selamatkan kami, tolong tolong,haruskah kami yang selalu dan selalu terkapar dan hidup dalam bahasa kesusahan, haruskah aku yang selalu mengalaminya, mungkinkah ini semua adalah siksaan bagiku atau mungkin sebuah cobaan, kalau ini sebuah cobaan, kapankah waktu aku harus mengahiri derita yang berkepanjangan ini (sambil menangis dan menggaruk ramutny seolah utus asa)" dengan rintihannya yang mengajak bulu roman berdiri"

Oh satu lukisan yang tergambar diatas kaffan kotor, selanjutnya apa yang harus kita lakuka ketika melihat jerit – jerit kesakitan dari ribuan penderita busung lapar ia hanya dapat berdendang denganan menabuh perutnya yang kosong sehingga berbunyi nyaring :
"(**)oh Tuhan  lebih baik aku mati dari pada kau berikan siksaan duni seperti ini, tuhan kami lapar, Tuhan aku tak mampu lagi menanggung hidup seperti ini, adakah siksaan yang lebih ringan dari ini sehingga aku siap untuk hidup berlama lama didunia sampai aku menemukan pengabdian yang sempurna kepadaMu, (sambil menggorek-gorek sampah) mungkinkah mereka mereka yang dikaruniai kehidupan yang makmur telinganya telah tersumbat dengan kebahagiaannya, atau mungkin karena kesombongannya ataukah mungkin karena mereka telah mengganggap orang yang seperti aku ini adalah sampah yang hanya mengotori mata mereka, oh tuhan batin ini sera mau berontak, berontak dan berontak, tuhan, kepad siapa lagi aku harus mengadu, dengan siapa lagi aku harus bercengkrama ……., aku sudah tidak tahan dengan kenyataan yang seperti ini"
Dan yang lebih parah lagi tatkala telinga kita disibukkan dengan tangisan anak-anak yang merengek minta sesuap nasi ditiap bak sampah trotoar, haruskah kita tinggal diam,
"bapak, ibu, anakmu lapar, lapar"
dengan berpose orang menggigil , lalu apa yang harus kita lalukan?
Mari kita bertamasnya diarea lokasi yang lain, dalam dimensi lain dan dalam dampak yang lain.
Pernahkan kalia melihat efek pembangunan yang tidak berpihak pada lingkungan, sebenarnya banyak sekali sehingga tak mampu anda hitung menggunakan jari jari yang jumlahnya hanya sepuluh, pembanguan PLTN di Jepara, pernahkan anda membayangkan betapa mengerikan ketika kebocoran terjadi, dan disini manusia takberdosa dijadikan tumbalnya, banyak bayi-bayi yang lahir tidak sempurna, banyak terjadi timbulnya penyakit kulit, dan yang lebih parah lagi banyak peluag kerja sebagai tenaga penggali kubur. Iya benar banyak peluag kerja sebagai penggali kubur, dan banyak pula peluang untuk untuk ibu ibu sang penjual bunga, dan banyak pula peluang kerja bagi produk kain penghapus air mata, karena satu. Karena satu,  hal, membangun tanpa pertimbangan azas dapak.
Mari kita bertamasya lagi dalam konsep pementasan drama tragedy yang tak kunjung ahir di sidoharjo dengan begron lapindonya, yang saat ini telah menjadi danau, danau yang baah dengan tetesan airmata rakyat, danau yang didalamnya adalah eko sisten perabot rumah tangga, bukan ekosisten ikan atapun yang lain, danau yang bergambar drakula yang mengerikan dan siap menerka dikala setiap insan melihatnya, danau yang memiliki suara panggilan untuk mati. 
dan pernahkah kalian melihat kebuasan senapan senapan liar yang menembus dada manusia tak bersalah, di Irak, libanon, dan yang tidak kalah lagi di negri ini.dan yang pasti memanggil dajjal untuk sesegera lahir dimuka bumi ini, ataukah mungkin ini adalah salah satu fase awal dajjal mengerahkan pasukan untuk mengguncang dunia?
Apakah tsunami yang ada di aceh kemudian menjadi salah satu jawabannya? tidak, karena tsunami juga bagian kisah dalam lembar duka.
apakah gempa yang ada dijogja juga sebagai jawabanya?. Bias benar – bisa tidak. Karena itu juga salah satu bagian adegan yang ada dalam naskah parade fose kematian tragis. Aku merasakan getaran-getaran bumi yang sedang meneri dan tertawa akibat geli adanya permasalahan.
Haruskah setelah  kita beranjak bertamasya hanya bisa bercerita kapada anak cucu kita selayaknya orang mendongengkan dikala anaknya mau tidur, atau mungkin rasa iba bangkit dalam diri, wah kalau masalah itu tergantung kadar kesucian nurani tergantung kadar kelenturan hati insan masing masing. kesucian dan kelenturan hati, kesucian dan kelenturan hati, kesucian dan kelenturan hati kita masing masing.
Yah antar sesama mahluk Tuhan,


Scan 2
A         : Nah bagi saya hidup adapah lagu, dan musik adalah mafasku, jadi didunia ini tanpa musik sama halnya manusia tak berbaju, hidup tanpa musik sama halnya makan tanpa minum, dan bagiku urusan social dan tuhan itu urusannya pra kiai, bukan urusanku, sama sekali bukan urusanku. Yah banyaknya para gelandangan mungkin juga karena mereka malas untuk bekerja, atau mungkin banyaknya bangunan seperti PLTN mungkin juga karena demi mengentaskan kemiskinan, dan mungkin juga bnanyaknya psk juga karena  mereka hiper sex, yah, paling enak kerja, kerja seperti saya seorang penyanyi tenar. Dan yang terahir, mungkin karena kebanyakan amplop dari mereka-mereka yang butuh do'a sehingga para kiai tidak lagi menjadi kuda dihadapan tuhan

C         : Permasalahannya bukan karena anda seorang penyanyi, tapi ini masalah urusan kita sebagai mahluk yang diciptakan, dengan kata lain kalian harus mentaati aturan kehidupan, dan urusan pemerintah, social, itu urusan duniawi, semua tidak bias disalahkan begitu saja, tolong jangan kau unkit masalah tuhan lagi, karena aku yang lebih tahu tentang itu.
A         : Hai jangan sok tahu, oke kamu adalah seorang kiai, namun belum tentu kau yang paling dekat pada sorga, jangan – jangan kau adalah korban kyai karbitan dari televise, atau mungkin kau telah terlanjur di sebut kyai, dalam kata lain, belum tentu dalam kehidupan sehari-hari aktifitasmu diilhami dengan hukum dan tata aturan Islam. Dan dalam kitab perjanjian baru telah ditegaskan bahwa "Semua omanusia adalah orang berdosa" kalau gak percaya buka Syrat paulus kepada jemaat di roma. Halaman 192.
Missesserenobis
F          : Kau Benar, nyatanya, kaum yang ber sorban malah ada yang sering perang mulut ketika berbicara tentang pangkat dan jabatan, nyatanya, banyak sekali dari partai politik yang saling hamtam kanan, hantam kiri, dan tidak lain kebanyakan mereka yang memiliki title kyai.
C         : Keras kepala, kau seharusnya sudah masuk penjara akibat penggelapan uang, dan proposal yang pembangunan yang yantanya tidak ada sejengkal bangunanpun yang berdiri, dank au tak perlu campuri arusan masalah agama,mungkinkah ita selalu membahas ketentuan tuan kita masing masing, tanpa melakukannya dalam kehidupan sehari hari

Koor C A F     : Egois, kalian Maunya menang sendiri
B         : Tolong jangan selalu berbicara dan bicara, pikirkan perut orang orang seperti kami, bicara tidak menghasilkan suatu makanan apapun, bicara akan menghabiskan energi, kalau kalian terus bicara kspsn ksmi mendapat jatah makana? Ngomong-omong masalah doa, bukalah kita perjanjian baru matius  5,dan 6, dan bagi kiai, pernahkan kalian dalam kitab fiqh telah tertulis dalam bab zakat, dan tentunya terhusus buat bapakku yang berdasi, pernahkah kalian mengilhami dasar PANCASILA, dari awal sampai ahir, dan yang terpentingsila kelima
Koor    : Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
C         : tak ada jaminan, ketika kalian hanya setengah dalam mencari fitrah tuhan
B         : Keadilam untuk pejabat saja
D         : Keadilan buat kaum laki-laki dan buaya darat
A         : Keadilan tercipta dari nuansa musik yang damai
F          : Kadilan buat orang yang berkedudukan tinggi
C         : itu yang aku maksud kalian tidak tulus kebali kepada tuhan, selalu dan selalu membahas hal yang tidak seharusnya dikaji disini

F          : dan kau (menunjuk kepada geladangan) Dasar gelandangan, yang dipikir urusan makan, bukanya bagaimana mencari uang, seharusnya orang-orang seperti kalian bekerja
D         : walau seperti aku, menjual barang karunia tuhan, walau para kiai membenciku, yah bukan sekedar mendapat uang, tapi aku juga ikut merasakannnya.
C         : Kalian semua seharusnya sudah saatnya kembali ke hukum tuhan
Koor ABDF    : kalau saat ini kami kembali pada hokum tuhan, apa jaminan dari kau
C         : tak ada jaminan, ketika kalian hanya setengah dalam mencari fitrah tuhan
B         : apa aku akan dapat makan
D         : apa aku tidak lagi menjadi WTA
A         : Apa aku akan memnaji penyanyi abadi kelak di sorga
F          : apa aku akan mendapat kedudukan yang tinggi
C         : itu yang aku maksud kalian tidak tulus kebali kepada tuhan,
Koor ABDF    : Lantas, apa yang harus kami laksanakan
C         : dimanapun konsep  taubat dimulai dengan keiklasan, tanpa pamrih, tanpa alas an, ingat ini hanya patuah, bukan ajakan, kebijakan ada pada hati kalian masing-masing. Karma aku yakin setipa mausia dalam setiap nafasnya akan dipertanggung jawabkan kelak disana.

Z          : Mari kita tamasya terhadap ruang vertical.Pernahkan kita merasakan kemurungan dimuka bumi ini adalah akibat dan perbuatan kita sendiri, akibat pikiran batu kita masing masing, akibat kekolotan kita yang senantiasa tergambar dalam kehidupan sehari-hari, perlu kita sadari bahwasannya kemurungan dunia itu adalah akibat ulah kita sendiri karena Tuhan telah memberika gambaran dalam kitab suciNya bahwa kerusakan didarat dan di laut adalah akibat ulah manusia itu sendiri walaupun dulu tuhan telah memberikan amanat kepada manusia untuk menjaganya, apakah ini karena salah pilihnya Tuhan memberikan mandat, yang jelas bukan, karena itu semata keangkuhan yang ada pada diri manusi.

Ketika sang mentari muncul dengan riangnya
Manusia beranjak dari keterlentangannya
Membuka mata, menghirup udara
Ketika itu pula manusia mulai menciptakan hutang, ya hutang awal terhadap tuhan,
Meminjam udara untuk bernafas.
Dan tentunya hutang harus dibayar.
Sebuah masalah awal manusia menghadapi sebuah permasalahan,
Dan sebagai timbale baliknya
Manusia memiliki tanggungan Hablumminannas, hablumminallah
Aku yakin, Tuhan tidak menjual nafas,
Karma tuhan tidak membutuuhkan itu,
Yang butuh adalah manusia,
Karena setiap manusia yang menginginkan nobel sorga,
Harus melalui panggung sandiwara dunia.
Tapi ini adalah awal manusia menemukan sebuah tantangan hidup,
Yah sebuah masalah yang mana manusia harus menemukan solusinya
Masalah yang paling kecil, iya "menebus udara yang ia hembus".
Dirasakan atau tidak, namun ini adalah realita
Percaya atau tidak, tergantung keyakinan setiap manusia!

Beranjak manusia bangkit dari tidurnya,
Terlihatlah ciptaan tuhan yang lain,
Baik barang mati ataupun hidup
Dan inilah salah satu wujud awal rasa sayang Tuhan memberikan jalan,
Jalan menebus hutang

Disinilah Awal manusia menebarkan warna hidup
Hitam putihnya tergantung nuraninya,

Kullu mauludin yuuladu a'lal fitroh, bahwasannya setiap manusia yang dilahirkan dimuka bumi semuanya dalam keadaan suci, aku sangat percaya dan yakin sebagaimana aku menyakini bahwa bumi itu bulat, sebagaimana kita menyakini bahawa ibu kita wanita (tertawa) karena disaat itu pulalah ia lahir dalam keadaan menangis, menangis akan ketakutan untuk mampu atau tidak dalam menebus hutang nafas yang berimbas pada tanggungjawab tabiat insan terhadap Tuhan dan tehadap manusia. dan kemudian manusia dalam menebusnya mengunakan cara yang beraneka ragam coraknya sebagaimana pelangi yang tercipta dengan berbagai warna, dan kayaknya pelangi kali ini cenderung berwarna hitam kelam, ada yang menebusnya dengan kebijakan akal sehatnya, bekerja dan bekerja, dan ada kalanya menebus dengan cara yang picik, yah dengan akal piciknya, yang tentunya merugikan oang lain yang ada disampingnya. Korupsi, nepotisme, pembunuhan, pemerkosaan yang semua itu hanya untuk menebus hutang kecil yang selama ini tidak dirasakan oleh otak manusi., yah…. hutang menebus udara yang keluar masuk tubuh.
Apalah artinya beragama, tatkala hembusan masalah hutang nafas diabaikan bak kita melupakan berapa jumlah nasi yang telah masuk dalam perut kita, pernahkan kita merasakan bahwasannya agama adalah pakaian alias ageman, jangan kau banggakan diri dengan baju kalian masing-masing, (tertawa) dalam jembatan kehidupan yang terlihat adalah dua unsur tanggung jawab, terhadap Tuhan dan terhadap manusia dan alam sekitarnya.
Areal panggung pertunjukan yang paling luas ini adalah bumi, dan kita semua adalah aktor. Yah … actor yang berperan didalamnya, dapatkah kita rasakan hal ini, tragedy yang membuat manusia yang berakting berusaha mengahiri kontrak pinjaman nafas kepada Tuhan, atau percintaan yang telah membuat manusia terhanyut ingin hidup lama dalam panggung sandiwara ini sementara melupakan pinjaman hutang nafas, atau mungkin stagnasi dan acuh terhadap hidup yang diakibatkan bingung karena himpitan masalah, itu semua bagian dari adegan hidup. Dan tentunya ada sutradara yang memainkannya.
Dan untuk pementasan selanjutnya adalah pementasan jahiliyah akan muncul lagi, disadarai atau tidak, percaya atau tidak, bahwa Tuhan menciptakan pementasan di muka bumi ini hanya tiga pementasan, Massa jahiliyah yang tak kenal moralitas, mangsa kebebasan, dan kembali lagi pada masngsa jahil, dan setelah itu buku catatan pementasan dimuka bumi ditutup. Dan kita dalam massa ahir massa kebebasan, dan dengan kata lain kita akan mulai menuju pementasan yang ketiga yah,,, pementasana ketiga, pementasan jahiliyah kembali.
Dulu ketika mangsa jahil berubah menjadi mangsa kebebasan dengan datangnya nabi Muhammad yang memberikan kedamaian hati, dengan adany Al Furqon, dan kini dalam tahap ahir mangsa kebebasanpun Al Furqon mulai terhapus, bagaimana tidak, akidah hukum telah hilang, pembunuhan, pemerkosaan, perbudakan terhadap kaum miskin telah tercipta dan berkembang denga subur, dulu ketika mangsa jahil berubah menjadi mangsa kebebasan diperoleh dengan kemenangan berperang melawan kedzaliman, dan kini dalam tahap ahir mangsa kebebasanpun diahiri dengan peperangan yang dimenangkan oleh kedzaliman, dulu ketika mangsa jahil berubah menjadi mangsa kebebasan diawali dengan penalaran manusia yang berjiwa kemanusiaan, menuntaskan ketidak berdayaan kaum nista, dan kini dalam tahap ahir mangsa kebebasanpun diahiri dengan pemberdayaan kaum nista.
Jadi pada detik detik ini kita tidak menyadarinya, bahwasannya detik-detik ini adalah detik menuju massa berikutnya, detik dimana kita harus menghadapi jawaban-jawaban dari tuhan, detik deti dimana kita harus merelakan nyawa kita semua, yah bukan paksaan tuhan tapi ini adalah kehendakNya, bersip-siaplah kita semua, karma akan dating, kalau kali ini kita dilihatkan dengan satu mata indra penglihatan kita dari setiap fenomena yang terjadi dimuka bumi ini baik banjir maupun tanah logsor, besok kita akan didengarkan suara yang dasyat dengan gendang telinga yang tak mampu menahan suara itu, hidung kita hanya dapat mencium bau anyir darah, lidah kita hanya dapat merasakan air ludah kita sendiri, dan rasa kita hanya dapat merasakan panasnya kemarahan ………………………!!!!!(diam tertunduk selama 2 menit)
(Terawa) Ah, itu hanya bualan saya, yang selalu terhanyut dalam dubur-dubur masalah, dan yang perlu aku kabarkan kepada anda semua, pernahkah kita menemukan sejatinya kedamaian? Apakah kedamaian sejati didapatkan tatkala himpitan masalah hutang anda terhadap tetangga, atau kedamaian sejati didapatkan tatkala buah hati telah lahir dengan sempurna, atau kademaian  sejati didapatkan ketika telah diterima ungkapan cinta oleh seorang wanita atau sebaliknya, atau kedamaian sejati didapatkan dan rasakan ketika telah sembuh dari penyakit, atau pulakah kedamaian sejati telah didapatkan ketika mendapatkan nilai yang tinggi atau trophy dalam sebuah perlombaan, sama sekali bukan, sama sekali bukan, karena semua itu adalah kedamaian semu yang sesekali singgah sesekali pergi dari batin anda, nah kedamaian sejati yeng lepas dari ribuan masalah adalah ketika jatah waktu pentas di bumi telah usai.
Dan karena aku adalah actor yang berakting sebagai penonton hanya bisa memnonton, bukan actor agamawan ataupun konglomerat atau pula actor pemimpin, hanya ada lontaraan kata yang ingin kutanyakan kepada kita semua yang keluar dalam bacotanku yang paling ahir, karena lidahku tak bertulang aku belum tahu cara mengeja kata "sebelum jatah hidup usai, apa yang harus kita lakukan?" karena satu prinsip kedamaian hidup bahwasannya "yang sudah biarlah terjadi, yang sedang terjadi jalankan dengan apa adanya dan yang belum terjadi adalah sebuah kegelapan yang kita semua tidak tau dan hanya dapat merabanya, sekali lagi tolong ajarkan aku mengeja kata itu, tolong, tolong, dan tolong.kepda pemimpinku, kepada saudaraku yang kaya, kepada guru agamaku, kepada semuanya, tolong ajarkan aku?
SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar